Pasukan Sri Lanka melakukan patroli setelah kerusuhan anti-Muslim

259

COLOMBO (Garudanews.id) – Pasukan dan polisi berpatroli di beberapa bagian Sri Lanka, ketika tekanan internasional meningkat di Kolombo untuk menahan kerusuhan anti-Muslim yang menewaskan seorang pria dalam serangan balasan terhadap serangan teror Paskah.

Juru bicara militer Sumith Atapattu mengatakan tidak ada insiden kekerasan dalam 24 jam yang berakhir Kamis (16/5) pagi, tetapi pasukan keamanan terus melakukan operasi pencarian.

Polisi mengatakan mereka telah menahan setidaknya 112 tersangka pada Rabu malam dan lebih banyak penangkapan dilakukan untuk memastikan tidak ada pengulangan kerusuhan yang menyebabkan rumah, bisnis, dan masjid Muslim diserang. Jam malam di Provinsi North-Western (NWP), yang telah melihat reaksi terburuk anti-Muslim setelah pemboman bunuh diri pada 21 April, dilepas pada Kamis pagi. Tetapi sekitar 5.500 polisi tambahan dikerahkan di NWP.

Sementara itu, duta besar negara-negara Eropa yang berbasis di Kolombo menyatakan keprihatinan atas kekerasan komunal.

“Kami menyambut baik penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan kekerasan, dan menyerukan kepada pemerintah untuk memastikan bahwa penegakan hukum ditegakkan dan bahwa hukum diterapkan secara adil kepada semua penghasut dan pelaku kekerasan komunal,” kata pernyataan bersama oleh para diplomat itu. .

Mereka mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah untuk meyakinkan semua warga negara bahwa mereka akan melindungi dan menegakkan keselamatan dan hak-hak mereka.

Seorang penjaga toko di Minuwangoda, salah satu kota yang paling parah terkena dampak di utara Kolombo, mengatakan jalan dibuka kembali pada Kamis di tengah kehadiran militer dan polisi.

“Saya biasanya memiliki sekitar 30 pelanggan di pagi hari, tetapi hari ini hanya ada tiga,” kata salah satu penjual barang elektronik,  seperti dikutip dari AFP. “Bank telah dibuka, tetapi akan butuh beberapa minggu sebelum kita kembali ke rutinitas normal kita.”

Ada laporan serupa dari kota-kota lain yang penuh kerusuhan.

Serangan Paskah merenggut 258 nyawa dan disalahkan pada kelompok ekstremis lokal yang berjanji setia kepada Daesh.

Muslim di Sri Lanka telah bersiap-siap untuk serangan balas dendam setelah para teroris menghantam tiga gereja dan tiga hotel mewah.

Keadaan darurat telah terjadi sejak pemboman bunuh diri dan pasukan keamanan telah diberikan kekuatan besar untuk menahan tersangka.

Sri Lanka juga memblokir akses ke platform media sosial untuk mencegah apa yang disebutnya penyebaran desas-desus yang memicu kekerasan. (Red)

Anda mungkin juga berminat