Pelajar SMP Jadi Korban Salah Tembak Oknum Polisi

227

MAKASSAR (Garudanews.id) – Seorang pelajar berinisial (SS), warga perkampungan Hollywood Jalan Nuri Baru, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, diduga jadi korban salah tembak oknum polisi yang berniat membubarkan balap liar di Jalan Cenderawasih beberapa waktu lalu.

Remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, selama empat hari akibat mengalami luka tembak di bagian kepala. Namun sayang nyawanya tidak bisa tertolong. Pada Kamis (16/5) korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Muhammad Amirullah (20) kakak kandung korban dalam keterangannya kepada awak media membeberkan saat insiden itu ia bersama adiknya bersama adiknya berada di atas motor.

“Ketika kami tertembak oleh Polisi saya berboncengan tiga bersama adik saya bersama temannya Fadli (21), posisi adiknya duduk pas di belakang saya. Berarti berada di tengah, dan tidak menggunakan helm,” ujar Amirullah, Sabtu (18/5).

Kemudian kata dia, tiba tiba polisi datang membubarkan balapan liar. Amirullah bersama adiknya kebetulan lewat di Jalan Cenderawasih, karena takut ia bonceng tiga, lalu kemudian dia berusaha lari, dan menancap gas motornya untuk menghindari kejaran polisi.

“Saya lihat ada konvoi sepeda motor yang dibubarkan polisi.
Tak lama kemudian saya terkejut, ada suara dooor. Saya putar balik motor, untuk pulang kembali ke rumah,” katanya.

Polisi yang melihatnya kemudian mengejarnya, dia sangka ia salah satu dari rombongan balapan liar tadi.

Tidak lama berada di belakang Amirullah, terdengar suara letusan tembakan yang mengenai adiknya, dan SS pun mendesih kesakitan ternyata mengeluarkan darah.

“Teman yang paling belakang duduknya kode saya, ada di belakang itu polisi, jadi na bilang balapki, tidak lama terdengar suara letusan. Langsung ka na kode teman ku bilang kena tembakan adikmu,” jelasnya.

Seketika Amirullah menancap gas motornya menuju rumah tantenya di Jalan Nuri Baru Perkampungan Holywood, Makassar, untuk memberi tahukan kejadian yang dialami adiknya.

“Jadi saya bawa ke rumah tante di Kampung Hollywood itu, sudah terang itu hari. Dan menyarankan agar adiknya segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa yang menewaskan pelajar SMP itu.

“Karena itu, saya minta kepada Bapak Kapolda Sulselbar agar kematian adik saya yang tidak bersalah harus dipertanggung jawabkan,” pintanya. (HNN/JF/Man)

 

Anda mungkin juga berminat