Peluang M Taufik Duduki Kursi Wagub Kian Menguat

202

JAKARTA (Garudanews.id) – Peluang Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta M Taufik untuk merebut kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta kembali terbuka. Pasalnya berdasarkan rekapitulasi hasil Pemilu 2019 untuk Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ahmad Syaikhu yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) PKS dari darah pemilihan (dapil) Jawa Barat (Jabar) VII dipastikan lolos mengambil kursi DPR RI.

Menanggapi hal ini, anggota pansus Wagub DKI yang juga duduk sebagai panitia seleksi cawagub, Syarif mengatakan, kalau nantinya pansus wagub akan menanyakan langsung perihal terpilihnya Syaikhu menjadi anggota DPR RI tersebut.

“Sudah pasti, nanti pansus akan bertanya kepada Syaikhu, mana yang akan dipilih, kursi Wagub atau memilih kursi di DPR RI,”ungkap Syarif kepada wartawan ditenui di kawasan Pondok Rangon, Jaktim.

Menurut Syarif, Syaikhu harus memilih satu diantara jabatan tersebut.

“Saya rasa Syaikhu harus memilih ya. Syaikhu sendiri pernah bilang kalau dirinya maju jadi cawagub DKI atas perintah partai. Sementara Syaikhu terpilih untuk duduk jadi Wakil Rakyat atas pilihan rakyat. Yang jadi pertanyaan saya bagaimana caranya Syaikhu melepas jabatan yang sudah diamanahkan oleh rakyat kepada dirinya,”ujar Syarif.

Dikatakan Syarif yang duduk sebagai Sekertarias Komisi A DPRD DKI ini, kalau akhirnya nanti Syaikhu memilih apa yang sudah diamanahkan rakyat untuk duduk di DPR RI, maka cawagub DKI tinggal satu yakni Agung Yulianto yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris DPW PKS Jakarta.

Sementara aturannya, sambung Syarif, harus ada dua nama cawagub yang diusulkan oleh partai pengusung yakni Gerindra dan PKS untuk dipilih oleh DPRD DKI.

“Jadi memang harus ada dua nama cawagub yang diusulkan, kalau Syaikhu mundur maka partai pengusung harus mengajukan satu nama lagi sebagai pengganti,”terangnya.

Terkait dengan peluang M Taufik, Syarif menegaskan dengan mudurnya Syaikhu, peluang M Taufik untuk menjadi cawagub kembali terbuka.

“Tapi semuanya kan kembali kepada keputusan atau kesepakatan partai pengusung. DPRD tugasnya hanya memilih dua nama yang diusulkan oleh partai pengusung,”tandasnya. (HNN)

Anda mungkin juga berminat