Wacana Pemindahan Ibu Kota, Begini Sindiran MS Ka’ban

335

JAKARTA (Garudanews.id) – Persoalan banjir di Jakarta adalah masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat Ibu Kota. Problem ini juga muncul dari zaman orde baru hingga sekarang.

Bahkan pascareformasi, ada yang sesumbar, bahwa kalau ia jadi presiden persoalan banjir di Ibu Kota dapat tertangani dengan baik. Salah satunya, pada saat itu ada gubernur DKI Jakarta yang mengecek langsung gorong-gorong untuk mengetahui seberapa fungsinya.

Sayangnya, banjir di DKI Jakarta tersebut sulit di hindarkan. Puncaknya, ada wacana agar Ibu Kota di pindahkan dari Jakarta ke wilayah lain.

Terkait usulan pemindahan Ibu Kota, politisi senior MS Kaban, dengan tegas menolak usulan tersebut.

Beberapa alasan pemindahan tersebut antara lain, jumlah penduduk padat, pencemaran lingkungan, kemacetan, hingga banjir.

“Pemindahan ibukota negara tanpa study kelayakan yang komprehensif perlu ditolak, Mr Presiden saya tolak usulan tersebut, usulan itu tidak urgent,” tulis Kaban melalui cuitannya di Twitter, Selasa (30/4).

Kaban meyakini, Jakarta masih daerah terbaik sebagai ibu kota. “Sebagai warga negara saya masih yakin DKI Jakarta best choice,” ujarnya.

Terkait masalah banjir, Mantan Menteri Kehutanan itu menjelaskan bahwa banjir bisa diatasi jika serius penanganan dari hulu ke hilir berkelanjutan dengan prioritas anggaran.

Kaban juga menyinggung ucapan Jokowi tentang banjir ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI. “Gegara gak sanggup tepati atasi banjir DKI padahal diikrarkan banjir mudah diatasi jika jadi Presiden,” sindirnya.

Ketua Majelis Syuro PBB itu mempertanyakan, solusi ingin pindahkan ibukota ke luar Jawa ini keputusan sidang kabinet atau keputusan spontan tanpa study kelayakan atau asal nguap?

“Semoga ini gak serius, if serius budget te piro?” tandas Kaban.

Anda mungkin juga berminat