Wantim MUI Desak Pemerintah Segera Bentuk TPF

KLB Meninggalnya KPPS

301

JAKARTA (Garudanews.id) – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku prihatin atas jatuhnya ratusan korban meninggal dunia dan sakit dari petugas Pemilu/Pilpres 2019, baik KPU/KPPS, Bawaslu/Panwaslu, Saksi, maupun Polri, yang mencapai angka wafat hampir 400 jiwa dan sakit 1000 orang lebih.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan berdoa semoga Allah subhanahu wataalah, merahmati para korban wafat dan memberi kesembuhan kepada korban sakit,” ujar Din Syamsuddin seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Jumat (10/5).

Terkait dengan persoalan itu, pihaknya menyatakan keprihatinan dan pernyataan sikap atas musibah tersebut. Karena dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa yang belum pernah terjadi di Indonesia maupun di negara-negara lain.

“Oleh karena itu. kami meminta semua pihak, khususnya Pemerintah, untuk memberi perhatian serius terhadap kejadian luar biasa tersebut, dengan melakukan langkah-langkah penanggulangan atas korban mati dan pencegahan atas korban sakit,” pintanya.

Din juga mendesak pihak yang berwajib dan bertanggung jawab melakukan penyelidikan mendalam dan serius untuk mengetahui penyebab kematian dan sakit, dengan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang melibatkan unsur masyarakat madani.

“Mengajak segenap keluarga besar bangsa, umat Islam khususnya, untuk senantiasa berdoa kehadirat Allah agar bangsa Indonesia terhindar dari marabahaya dan malapetaka,” harap Din. (Edr)

Anda mungkin juga berminat