Beda Politik, Wantim MUI Nilai Ada Gejala Perpecahan Umat Islam

186

PONOROGO (Garudanews.id) – Dewan Pertimbangan (Wantim)  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menilai saat ini ada gejala perpecahan ummat Islam karena adanya perbedaan kepentingan politik pasca Pemilu 2019. Untuk itu, ia mengingatkan agar tidak mengedepankan kepentingan dunia yang hanya sesaat.

“Sebagai warganegara, dan umat Islam, jangan mau di adu domba, sesama Ormas Islam, kelompok Islam, selalu kompak, dan pondok Gontor, menjadi kader umat dan kader bangsa,” kata Din Syamsudin saat memberikan sambutan di Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur, Rabu (15/5).

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini juga mengimbau agar ummat Islam diimbau  tidak mudah diadu domba sehingga dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Pimpinan MUI, Ketika dipimpin oleh alumni Gontor selalu merekatkan ormas-ormas besar Islam,” canda Din dihadapan ribuan santri Gontor dan masyarakat Ponorogo.

Din menjelaskan, jumlah ummat Islam di Indonesia mencapai 80 persen sehingga bertanggung jawab atas kemajuan bangsa dan negara.

“Etika ukhuwah Islamiah, adalah nilai luhur, salah satunya, setiap muslim memandang muslim lain, sebagai saudara seiman, maka harus menghadapinya dengan empati simpati dan kasih sayang,” tegas Din. (Red)

Anda mungkin juga berminat