Akses jalan Kabupaten Rusak Parah, Pemda Jeneponto Tutup Mata

290

JENEPONTO (Garudanews.id) – Jalan Kabupaten menuju kawasan Kota menjadi akses ke Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’ah Daarusunnah yang terletak di lingkungan Manjangloe, Kelurahan Manjangloe, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto terpantau rusak parah dan hampir sepanjang jalan tersebut, banyak lubang menganga cukup lebar yang tergenang air, tak ubahnya “Kubangan Kerbau”.

Parahnya, kondisi ini seolah luput dari pantauan dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) Pemkab Jeneponto, sehingga jalan tersebut dibiarkan rusah sepanjang tahun.

Sementara dalam UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, di pasal 273 membahas tentang pembiaran terhadap jalan rusak atau berlubang, dapat dikenakan “sanksi”, termasuk juga dalam pasal terkait terkait dengan denda dan kurungan penjara.

Aswin (45), salah seorang warga di lingkungan Manjangloe, mengatakan bahwa sepertinya tidak ada upaya pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk menuntaskan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Jeneponto sulit terealisasi.

“Jalan ini sudah lama rusak parah, padahal jalan tersebut salah satu jalan akses untuk menuju pemukiman warga,” ujar Aswin, Jumat (7/6).

Menurut dia, awalnya jalan itu dilapisi aspal namun saat ini berlubang dan bergelombang.

“Jika hujan turun, akses keluar masuk semakin parah, selain berlubang juga tergenang air dan licin,” kata Aswin, sambil mengungkapkan kekesalannya kepada pemerintah Jeneponto.

Aswin juga mengaku sangat kesulitan untuk keluar masuk pemukiman warga. Dia juga berpendapat akibat kerusakan jalan itu, tentunya akan menghambat pertumbuhan perekonomian masayarakat sekitar.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada Bupati Jeneponto agar kiranya bisa melintasi jalan tersebut sehingga bisa merasakan penderitaan yang selama ini dirasakan oleh warga.

Ya, wajarlah kami selaku warga meminta perbaikan jalan kepada pemerintah karena ini kan jalan penghubung. Karena, jalanan Ini merupakan urat nadi bagi perekonomian kami untuk melintas dan beraktivitas, apa lagi setiap tahun kami bayar pajak bumi dan bangunan (PBB), masa Pak Bupati tak peduli dengan warganya,” keluhnya.

Oleh karenanya, Aswin yang mewakili warga lainnya mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan perbaikan jalan tersebut. (Jf/Man/HNN)

Anda mungkin juga berminat