Hilangkan Buruk Sangka, Lebaran Momen Tepat Rajut Kebersamaan

277

JAKARTA (Garudanews.id) – Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah dinilai momen yang paling tepat bagi komponen bangsa untuk kembali merajut kebersamaan pasca terselenggaranya kontestasi politik lima tahunan, yakni pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden 2019.

“Persoalan bangsa bukan hanya tanggung jawab elit politik. Akan tetapi semua komponen bangsa harus ikut andil dalam merajut kebersamaan setelah adanya dinamika politik yang sempat menghangat dalam beberapa pekan belakangan ini,” ujar Ketua Umum Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Jonly Nahampun kepada garudanews.id, Rabu (5/6).

Jonly mengajak semua komponen bangsa tidak lagi berburuk sangka antara kubu yang satu dengan yang lain. Terkait dengan pro kontra kebijakan pemerintah yang dinilainya kurang berpihak kepada masyarakat, Jonly berpendapat, tidak satupun pimpinan di dunia ini yang sempurna dan dapat memuaskan rakyatnya.

“Kalau berbicara kesempurnaan itu hanya milik tuhan. Namun bila ada pimpinan yang salah dalam mengambil kebijakan lantas dihujat, terlebih berburuk sangka dengan membuat opini publik, ini tentu sangat tidak elok. Untuk itu, di suasana lebaran ini kami meminta semua komponen banagsa, bukan saja elit politik,  saling memaafkan satu dengan yang lain,” imbau Jonly.

Pihaknya juga mengajak para pemangku kebijakan di tingkat elit agar dapat memberikan edukasi politik yang baik.

“Karena, ketika elit politik memberikan pembelajaran kurang baik, akan berdampak buruk pada masyarakat itu sendiri. Utamanya bagi pendukungnya,” tandas Jonly.

Terkait rencana pertemuan dua tokoh penting, seperti Prabowo Subianto dengan Joko Widodo, Jonly pun mengapresiasi wacana tersebut.

“Apapun keputusan Mahkamah Konstitusi nanti, kita harus legowo dalam menerimanya. Jangan ada lagi gejolak di masyarakat. Karena, persaudaraan dan persatuan bangsa itu lebih penting. Terlebih bila dua tokoh yang sempat menjadi rival politik pada Pilpres lalu bisa bertemu, ini tentunya sangat menyejukkan masyarakat yang ada di bawah,” pungkas Jonly. (Chep)

Anda mungkin juga berminat