Kasus Perceraian Tinggi, Jumlah Janda di Sukabumi Terus Meningkat

322

SUKABUMI [Garuda News] – Kasus perceraian pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Sukabumi cukup tinggi, sehingga jumlah janda tiap tahun terus meningkat. Untuk tahun ini, meskipun baru berjalan lima bulan, sudah ada 674 janda yang tercatat di Pengadilan Agama (PA) Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

“Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 dengan periode yang sama yakni Jaunari sampai Mei 2018 dengan jumlah 555 janda,” jelas Panitera Muda Pengadilan Agama Cibadak Kabupaten Sukabumi, A. Rinayati kepada garudanews.id, Senin (24/6).

Peningkatan jumlah janda dipengaruhi oleh banyaknya kasus perceraian. Bahkan, setiap bulannya terdapat 160 pasangan suami istri yang mengurus perceraian.
“Sementara pada tahun sebelumnya, angka kasus perceraian hanya mencapai sekitar 100 per bulannya,” katanya.

Menurut analisa PA Cibadak, tingginya kasus perceraian di Kabupaten Sukabumi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya, ketidakharmonisan dalam rumah tangga, faktor ekonomi dan perselisihan akibat media sosial.

“Tapi dari semua kategori ini, yang paling dominan adalah akibat perbedaan pendapat hingga berujung perselisihan yang terus menerus. Seperti pada Januari 2019, terdapat 131 perceraian yang penyebabnya dari pertengkaran yang terus menerus,” tuturnya.

Dikatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk menekan tingginya angka perceraian yang terjadi. Seperti melakukan mediasi dengan pasutri tersebut, sebelum kasus perceraiannya diputuskan di Pengadilan.

“Jadi pasutri sebelum perkaranya diputuskan di pengadilan, terlebih dahulu kita lakukan mediasi bagi pasangan yang akan mengajukan untuk bercerai. Kami musyawarah dengan pasangan tersebut untuk berubah pikiran agar keputusan bercerai tidak sampai terjadi,” harapnya. [ded/tar]

Anda mungkin juga berminat