Kelompok Teroris di Kalteng Rancang Rencana Pengeboman di Jakarta

291

KALTENG  (Garudanews.id)  – Tim Detasemen Khusus 88 Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil membekuk 34 terduga teroris bagian dari Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Berdasarkan pemeriksaan, mereka sudah enam bulanan menyusun kekuatan untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan, kelompok yang diduga itu tengah menunggu instruksi untuk beraksi di Jakarta.

”Mereka mengumpulkan kekuatan,berlatih, dan bergerak ketika mendapat instruksi ke Jakarta. Mereka ada di Palangka Raya dan Gunung Mas. Totalnya 34 orang, termasuk laki-laki dewasa, perempuan, dan anak-anak,” kata kepada wartawan, Jumat (14/6)

Kelompok tersebut tergolong berbahaya, karena seluruh anggotanya mampu merakit bom berdaya ledak tinggi. Dalam rencana aksinya, mereka mengincar personel keamanan.

Hendra mengungkapkan, di Kalteng, keberadaan kelompok itu difasilitasi salah satu warga Kota Palangka Raya. Mereka ke Kalteng setelah penangkapan dan penggerebekan di Aceh tahun 2018 lalu. Kelompok yang lolos terpencar, salah satunya ke Kalteng.

”Jadi, sebenarnya jaringan ini pelarian, bukan mengasingkan diri. Sambil melakukan pelatihan dan pencarian dana,” ujarnya, sebaimana jpnn mewartakan.

Hendra mengungkapkan, sebenarnya kelompok tersebut sudah mulai bergerak, namun berhasil digagalkan tim Polda Kalteng dan Densus 88 Antiteror. Mereka berencana menunggangi aksi di Jakarta dan terlibat dalam berbagai kerusuhan maupun teror di beberapa wilayah Indonesia.

”Kelompok ini sudah lama. Bahkan cikal bakalnya saat saya masih menjabat Kapolres Palangka Raya tahun 2013. Hanya saja, dulu belum ada satuan antiteror,” jelasnya.

Hendra menegaskan, jaringan tersebut beraksi menggunakan bom bunuh diri. Sama seperti bom bunuh diri yang melibatkan satu keluarga di Jawa, tahun lalu. ”Pokoknya tim ini spesialis perakit dan peledak bom. Untungnya berhasil diamankan sebelum bertindak,” ujarnya.

Hendra menambahkan, semua terduga teroris tersebut masih diamankan di Mapolda Kalteng. Mereka ditempatkan di ruangan khusus.

Penyidik Densus 88 turun ke Polda Kalteng untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka dari 34 orang yang berhasil diamankan.  (Red)

Anda mungkin juga berminat