Pasca Putusan MK Nanti, Nasib Koalisi Indonesia Adil Makmur Dinilai Tidak Jelas

203

JAKARTA (Garudanews.id) – Pascaputusan Makkamah Konstitusi (MK) yang akan digelar pada 28 Juni nanti, terkait sengketa perselisihan hasil Pilpres 2019, nasib Koalisi Indonesia Adil Makmur dinilai tidak semakin jelas. Demkian dikemukakan pengamat politik Ubedilah Badrun ditemui awak media di Jakarta, Minggu (23/6).

Ubedilah mengungkapkan, koalisi itu bisa bertahan dan bubar setelah putusan sidang.

“Di politik itu sangat pragmatis. Jadi, bisa buyar, bisa juga enggak,” kata Ubedilah.

Berdasarkan sejarah, hanya Gerindra dengan PKS yang setia berkoalisi di kancah politik nasional. Dua partai lain yakni Demokrat dan PAN, tidak mempunyai sejarah kuat berkoalisi dengan Gerindra serta PKS.

“Paling kalau dari segi sejarah, faktanya paling bisa bertahan ya Gerindra dan PKS. Jadi, yang lain mungkin bisa keluar. Itu kan ditunggu 01,” ucap dia.

Nantinya, kata dia, persoalan Demokrat dan PAN pergi dari Koalisi Indonesia Adil Makmur ini sangat bergantung tawaran koalisi partai pendukung capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin.

“Kalau yang keluar enggak kebagian kursi, itu tidak akan keluar (dari Koalisi Indonesia Adil Makmur). Jadi, politik itu transaksional dan pragmatis. Itu belum ideal. Masih transaksional,” pungkasnya. (Red)

 

Anda mungkin juga berminat