Putusan Hakim MK Jadi Penentu Arah Bangsa

416

JAKARTA (Garudanews.id) – Pengamat kebijakan administrasi publik Bambang Istianto menilai, gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan oleh tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan mengubah hasil keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Bambang, meski MK nanti menerima gugatan dari tim Prabowo-Sandi, namun dia memprediksi hakim tidak akan mengabulkan semua permohonan dari kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi.

“Kalau pandangan saya, materi gugatan kemungkinan diterima. Namun dikabulkan atau tidak dari seluruh permohonan tim Prabowo-Sandi, tergantung dari hakim itu sendiri. Apakah obyektif atau tidak dalam melihat perkara tersebut,” ujar Bambang kepada garudanews.id, Minggu (16/6).

Bambang menambahkan, tradisi hukum berdasarkan pengalaman dari gugatan sengketa hasil Pemilihan Presiden sebelumnya yang dibawa ke MK tidak pernah menang.

“Apalagi yang dihadapi Presiden yang masih berkuasa. Namun demikian, tentunya publik berharap agar hakim MK tetap menjaga independensinya. Jangan sampai ada tekanan dari pihak manapun. Baik itu kubu 01 maupun kubu 02,” tandas Bambang.

Kendati demikian, Bambang juga meyakini masing-masing kubu memiliki bukti yang kuat yang diyakini dapat memenangkan sengketa PHPU tersebut.

“Lagi-lagi berpulang pada integritas hakim. Kami berharap fenomena paradigma MK berubah, selain itu dapat memutuskan sengketa hasil Pilpres ini dengan hati nurani dan dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” pungkas Bambang.

Dalam sidang sengketa PHPU, kata Bambang, integritas hakim MK dipertaruhkan. Karena putusan hakim akan menentukan arah dan kondisi bangsa dalam lima tahun ke depan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat