Rumah Warga Rusak Diduga Akibat Pembangunan Cluster Burgundi Summarecon

579

BEKASI, (Garudanews.id) – Pembangunan perumahan Burgundi di jalan Pejuang yang dikelola oleh Summarecon berdampak terhadap lingkungan sekitar. Salah satu dampak dari pembangunan tersebut ialah rumah warga yang persis berdampingan dengan pembangunan tersebut.

Tembok rumah warga Prima Harapan yang retak akibat pembangunan Cluster Burgundi

“Banyak rumah warga yang temboknya retak karena guncangan dari mesin paku bumi dari proyek itu,” ujar salah seorang warga Rw 09, kelurahan Harapan Baru,  yang terdampak, Iskandar kepada media, Jumat (21/06).

Lebih lanjut Iskandar menambahkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan dari proyek tersebut selain kerusakan bangunan, juga dampak lingkungan yang mengganggu warga.

“Selain tembok rusak, debu dari proyek itu juga mengganggu warga, belum lagi seharusnya pimpinan proyek mempertimbangkan segala dampak buat warga sekitar,” tambahnya.

Komunikasi antara warga dengan pihak pengelola Summarecon pun sudah pernah dilakukan, dan pengelola bersedia mengganti kerugian warga dari dampak pembangunan, Namun, karena belum mencapai kata mufakat.

“Besaran ganti rugi yang akan diberikan oleh pihak pengelola tidak sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan, makanya kita belum menerima ganti rugi,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, pembangunan proyek perumahan oleh Summarecon Bekasi, dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Di sekelilingnya terdapat perumahan warga yang berbatasan langsung dengan proyek tersebut. Proyek yang terletak di Jalan Pejuang, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara tersebut juga dinilai tidak mementingkan aspek lingkungan.

Warga yang terdampak paling parah dari pembangunan proyek tersebut ialah Rt 01 dan 02 Rw 09. Warga berharap, pemerintah daerah segera turun tangan mengtasi permasalahan tersebut. Atas permasalahan yang belum selesai tersebut, dikhawatirkan akan berdampak pada penjualan unit di perumahan Burgundi tersebut.

Sementara itu, pihak Summarecon Bekasi belum bersedia memberikan keterangan terkait hal tersebut. Beberapa kali wartawan garudanews.id menghubungi pihak Summarecon belum mendapatka tanggapan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat