Survei Terbaru, Ternyata Masyarakat Masih Takut Naik Pesawat Boeing 737

Meski Pihak Produsen Kalim Telah Melakukan Perbaikan,

304

NEW YORK (Garudanews.id) – CEO Boeing Dennis Muillenburg  memastikan bahwa Boeing 737 MAX sudah layak terbang, Pihaknya juga mengaku telah selesai memperbarui software mereka yang malfungsi.

Pesawat ini pun sempat mendapatkan cekal banyak negara menyusul insiden jatuhnya pesawat yang menewaskan ratusan korban jiwa di sejumlah negara. Bahkan, negara tempat pesawat itu diproduksi, yakni AS juga ikut melarang sementara pesawat  itu diterbangkan.

Namun, meski klaim dari pihak produsen, bahwa pesawat tersebut dipastikan aman, akan tetapi, berdasarkan survei terbaru, sebagian besar dari mereka memilih menahan diri naik Boeing 737 MAX hingga beberapa bulan, dan ada pula yang tak mau lagi naik pesawat tersebut.

Dilaporkan Business Insider, 41 persen warga AS baru kau terbang dengan Boeing 737 MAX jika sudah teruji aman sebanyak enam bulan, 11 persen akan menunggu empat sampai enam bulan, lalu 10 persen menyebut tiga bulan, sementara delapan persen tidak pernah mau naik Boeing 737 MAX.

Hasil itu berdasarkan survei UBS terhadap 1.000 lebih responden. Peneliti menyebut kabar negatif mengenai Boeing, serta fakta pesawat dikandangkan hampir tiga bulan dan sorotan media membuat masyarakat khawatir.

“Jadi mungkin tidak mengejutkan sekitar 70 persen warga AS memiliki keraguan untuk memesan penerbangan pada pesawat itu,” ujar pemimpin analis aerospace UBS, Myles Walton.

Valuasi Boeing juga jatuh hingga USD 50 miliar karena imbas tragedi jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX. Akan tetapi pihak UBS dan Wall Street tetap yakin dengan performa Boeing di masa depan.

UBS memprediksi saham Boeing juga tidak akan terperosok lebih dalam. Kehadiran izin penerbangan oleh otoritas penerbangan AS juga dipandang sebagai kabar baik untuk jangka pendek.

Sebelumnya, FAA (Federal Aviation Administration) mengatakan lebih dari 300 jet Boeing 737 termasuk Max memiliki bagian sayap yang mudah rusak dan tidak memenuhi standar kekuatan dan daya tahan.

Dikutip dari laman CNBC, Senin 3 Juni 2019, FAA pun akan memerintahkan Boeing untuk melepas dan mengganti suku cadang pesawat yang rentan rusak tersebut.

Dalam laporannya, seperti liputan6 menngabrkan, terdapat 148 bilah “leading edge slat” (permukaan aerodinamis di ujung depan sayap pesawat) begitu rentan terhadap keretakan. Slat ini merupakan komponen yang sangat penting bagi pesawat saat akan lepas landas dan mendarat.

FAA mengatakan meskipun kerusakan slat track terlihat sepele, namun bagian ini menjadi salah satu faktor pesawat dapat kehilangan kendali selama penerbangan.

Saat ini terdapat 133 pesawat NG, dan 179 Max telah terkena dampak dari kerusakan bagian ini, dan di antaranya 32 pesawat Boeing 737 NG dan 33 Boeing Max berada di AS.

Boeing mengatakan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat mereka yang diduga mengalami kerusakan.

FAA menambahkan akan mengeluarkan instruksi kelaikan udara yang mewajibkan tindakan layanan untuk menghapus suku cadang yang tidak layak, dan meminta maskapai harus mematuhi hal tersebut dalam waktu 10 hari.

Mengenai hal ini, FAA juga telah memperingatkan otoritas penerbangan sipil internasional. (Red)

Anda mungkin juga berminat