Tuntut Penertiban Penambangan Liar, Massa Gruduk Kantor Bupati Pasuruan

183

PASURUAN (Garudanews.id) –  Banyaknya penambangan liar yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan Jawa Timur ternyata berdampak pada kerusakan sejumlah titik infrastruktur jalan di wilayah tersebut

Menyikapi keluhan warga masyarakat, sejumlah LSM dan Ormas di Pasuruan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Damai (LSM AMCD) berunjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Pasuruan yang berlokasi di jalan alun alun utara kota Pasuruan.

Hanan, selaku aksi meminta bupati Pasuruan agar serius menindak penambang liar yang ada di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, massa juga meminta agar Pemkab Pasuruan membenahi jalan yang rusak akibat adanya tambang liar yang sangat merugikan bagi masyarakat.

Dalam unjuk rasa tersebut, massa dari LSM AMCD diwarnai dengan pemberhentian kendaran yang melebihi tonase kelas jalan yang berlokasi di kawasan kecamatan Winongan.

Dalam orasinya massa membacakan sejumlah tuntutan agar kenbdaraan truk yang melintas harus disesuaikan dengan SOP dan kondisi jalan

“Kami meminta agar kendaraan truk tidak boleh melebihi muatan dari kelas jalan.

Selain itu kami juga menemukan truk yang bermuatan tapi sudah tidak ber plat nomor aktif. Bahkan berdasarkan pengakuan supir banyak truk yang masa berlaku KIR sudah habis,” tandasnya.

Pihaknya mendesak agar Pemkab Pasuruan segera mengambil sikap, dan menanggapi aspirasi dari warganya. (HNN)

“Kami dari perwakilan rakyat seharusnya di tanggapi oleh Pemkab Pasuruan karena pasuruan ini milik masyarakat bukan milik dari segelintir orang yang hanya ingin mendapatkan kepentingan pribadi,” tandasnya.

Ia berharap agar seluruh jajaran stekholder bisa segera mungkin menertibkan tambang tambang liar yang makin berjamur di wilayah kabupaten Pasuruan.

“Sebab masyarakat lah yang pertama kali terdampak dari maraknya tambang tambang liar tersebutm,” pungkas Hanan. (Hid)

Anda mungkin juga berminat