Bukan Hanya Merangkul Lawan, Prabowo juga Diminta Tidak Lupakan Kawan

389

JAKARTA (Garudanews.id) – Pengamat administrasi publik dan kebijakan politik Dr Bambang Istianto mengapresiasi langkah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam merangkul semua komponen bangsa pascakontestasi politik yang cukup menegangkan.

“Kita mengapresiasi langkah Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh bangsa. Ini menunjukkan elit partai sudah tidak lagi berpikir individu. Upaya ini seharusnya diikuti oleh petinggi partai yang lain, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa itu lebih diutamakan ketimbang kepentingan kelompok dan golongan,” ujar Bambang yang juga Direktur Direktur Center for Public Policy Studies (CPPS) saat dihubungi, Minggu (28/7)

Bambang berpendapat pertemuan mantan Danjen Kopassus dengan Joko Widodo yang kemudian dilanjutkan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarno Putri merupakan itikad baik seorang tokoh bangsa.

“Terlepas dari apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, tapi kita sebagai masyarakat harus memberikan suport. Jangan lagi ada dikotomi politik antara kubu satu dengan kubu yang lain saling menjelekkan dengan berbagai diksi yang muncul,” kata Bambang.

Dikatakan Bambang, dalam pertarungan politik boleh berbeda pandangan, akan tetapi dalam konteks kehidupan berbangsa persatuan harus lebih diutamakan. Menurutnya, Prabowo juga menunjukkan jiwa seorang kesatrianya. Karena bukan hanya merangkul musuh atau lawan politiknya, di internal partainya pun ia terlihat membangun konsolidasi dengan baik.

Namun demikian, lanjut Bambang, dirinya berharap agar Prabowo tidak melupakan pendukung atau kawan dan para tokoh ulama yang selama ini ikut serta membesarkan namanya. Karena peran tokoh politik yang tergabung pada koalisi pendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu cukup besar.

“Jadi Prabowo juga tidak boleh serta merta meninggalkan para tokoh politik dalam koalisinya. Rekonsiliasi memang penting, tapi rekonsiliasi akan terasa hampa bila Prabowo tidak mengakomodasi para tokoh dan ulama yang ikut berperan mengangkat namanya di kancah perpolitikan nasional,” ucap Bambang.

Sebelumnya, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri mengaku telah bertemu dengan Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut membahas hasil pertemuannya dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Rabu (24/7) lalu.

“Oh ya tentu (dibicarakan hasil pertemuan Prabowo dengan Megawati), kan sudah disampaikan kepada saya sebelum pertemuan itu,” kata Rachmawati usai menerima kunjungan Prabowo di kediamannya di Jakarta, Sabtu (27/7).

Dia mengatakan Prabowo menjelaskan diundang untuk silaturahmi dengan Megawati sehingga datang, seperti halnya pertemuan dengan Presiden terpilih Joko Widodo pada Sabtu (13/7).

Menurut dia, pembicaraan antara Jokowi-Prabowo itu berkonten ringan, dan tidak membicarakan arah koalisi Partai Gerindra ke depan.

“Pertemuan saya dengan Prabowo ini sebagai kolega, saya kebetulan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra bidang ideologi, sehingga kami membicarakan pengertian ideologi untuk kepentingan bangsa dan negara ke depan,” ujarnya.

Dia mengatakan pertemuan dengan Prabowo membahas masalah kebangsaan dan ideologi, serta tidak membahas urusan arah koalisi Gerindra setelah kontestasi Pilpres 2019. (Jim Donald)

 

Anda mungkin juga berminat