Dampak Perang Dagang AS-Cina, Pemerintah Diminta Lindungi Industri Lokal

330

JAKARTA (Garudanews.id) – Perangdagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, akan berdampak buruk terhadap pelaku usaha dalam negeri. 

Untukitu diperlukan pengawasan yang maksimal kepada barang-barang yang masuk ke Indonesia, agar industri lokal tidak kalah saing. Demikian pernyataan Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto dalam keterangannya, Rabu (24/7).

“Akibat perang dagang dengan Amerika banyak produk-produk China yang kelebihan supply dan stock ini harus mereka buang agar pabrik bisa bekerja terus. Sehingga mereka terus mengekspor dengan harga murah. Tentu ini tidak bisa dilawan oleh produk dalam negeri,” tandas Darmadi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Politisi PDI-Perjuangan itu menekankan kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan agar memberikan proteksi atau perlidungan kepada pelaku usaha dalam negeri yang menyerap pegawai secara besar, agar tidak terjadi pemberhentian hubungan kerja. Menurutnya, daya saing produk Indonesia dengan negara lain masih tertinggal, sehingga harus dilakukan peningkatan produktifitas melalui pelatihan vokasional yang merata.

“Kalau mau meningkatkan daya saing, selain insentif juga produktifitas, dan kita masih kalah dengan China dan negara-negara Asean lainnya, untuk itu pemerintah harus banyak membuat pelatihan-pelatihan vokasional untuk meningkatkan produktifitas dan keahlian agar produktifitasnya bagus. Harga pokoknya juga turun,” pesan dia. (Red)

Anda mungkin juga berminat