Dua DPC PAN Desak DPD PAN Keluar Dari Koalisi Pepen-Tri

834

BEKASI, (Garudanews.id) – Pindahnya Tri Adhianto Djahyono ke PDIP menuai berbagai komentar dari kalangan politik kota Bekasi. Namun, diluar itu semua DPD PAN kota Bekasi sebagai partai pengusung koalisi Pepen-Tri mendapat desakan dari DPC-nya untuk keluar dari koalisi tersebut.

Namun, dikatakan, ketua DPC PAN Bekasi Timur Very Julian, desakan untuk keluar dari koalisi bukan karena Tri yang kini menjadi ketua DPC PDIP.  banyak persoalan lain yang juga menjadi kegelisahan karena hingga kini kondisi Kota Bekasi semakin sulit untuk perbaikan ekonomi, pendidikan, kesehatan.

“Jadi buka karena Tri pindah partai, akan tetapi banyak persoalan yang muncul  dalam pemerintahan di Kota Bekasi yang merugikan dan tidak berpihak pada masyarakat banyak.  Salah satu contoh naiknya pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) hingga 400 persen yang sangat memberatkan masyarakat kota Bekasi, dan penarikan pajaknya pun meminta bantuan pihak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi,  Disamping itu, persoalan honor Rt dan Rw yang tidak jelas dan ini ingkar dari janji kampanye saat Pilkada 2017,” bebernya.

Very mengaku banyak dipèrtanyakan oleh masyarakat mengingat partainya dikenal sebagai salah satu pengusung kolaisi Pen-Tri saat Pilkada 2017.

“Soal Janji Pilkada yang lain belum ditepati seperti honor operasional masjid dan janji lainnya. Setelah Tri keluar dari PAN, kita jadi tak ada beban lagi untuk mengkritik pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Pepen dan Tri ini,” tegasnya.

Pihaknya menilai ratusan penghargaan yang di raih Pen-Tri dari berbagai lembaga  tidak akan ada artinya kalau masyarakat Kota Bekasi jadi makin susah.

“Tidak ada artinya ratusan penghargaan kalau masyarakat masih susah, PNS nya mengeluh uang TPP nya di potong 10 sampai 40 persen, para kontraktor belum pada dibayar, honor tenaga posyandu tak kunjung cair, hutang rumah sakit lebih dari 200 milyar, defisit sudah lebih dari 400 milyar,”tutur Very.

Walikota dan wakil walikota saat ini sibuk pencitraan dan bagi-bagi kekuasaan untuk kelompok dan golongannya saja.

“Ini pemerintahan daerah baru berjalan kurang lebih satu setengah tahun. tapi mereka sudah mengambil ancang-ancang untuk suksesi Pilkada 2023, jelas ini sangat merugikan kita semua,”tandasnya.

Dia menegaskan, bagi PAN yang namanya Tri persoalan remeh temeh dan terlalu kecil, tidak ada manfaatnya.

“Makanya saya meminta kepada DPD PAN Kota Bekasi segera memutuskan melalui mekanisme partai untuk keluar dari koalisi ini,”pungkasnya.

Senada dikatakan, Ketua DPC PAN Jatiasih, Imron Rosadi, bahwa pihaknya juga mendorong agar PAN keluar dari koalisi Pepen-Tri. Namun semuanya berpulang kepada keputusan Ketua DPD PAN Kota Bekasi, H Fatur R Duata.

“Kita malu sama masyarakat ini kedua pemimpin bukanya mikirin masyarakatnya yang sekarang keuangan sedang defisit, malah mikirin kerajaannya kedepan,”tandasnya.(Mam)

Anda mungkin juga berminat