Inspektorat Provinsi Banten Didesak Audit SMAN 4 Kota Tangerang

447

TANGERANG (Garudanews.id) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 4 Kota Tangerang, Provinsi Banten untuk tahun ajaran 2019/2020, dicederai dengan ditolaknya siswa yatim yang sudah mendaftarkan diri melalui pihak panitia.

Peristiwa tersbut dunilai sebagai suatu penjegalan hak sebagai warga negara Indonesia untuk mendapatkan pendidikan, ternyata harus terpasung.

Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Pemerintah (LP3) Ujang Umar menyesalkan atas penolakan anak yatim oleh pihak panitia PPDB di sekolah negeri tersebut.

“Seharusnya pihak sekolah mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Terlebih calon peserta didik tersebut merupakan anak yatim ditinggal ayahnya, yang tentunya menjadi tanggung jawab bagi kita semua untuk membantunya,” ungkap Ujang kepada garudanews.id,  Jumat (26/7).

Oleh karena itu pihaknya meminta adanya keterbukaan pihak sekolah, selain itu mendesak kepada dinas pendidikan maupun inspektorat provinsi Banten untuk mengaudit kembali terkait penerimaan PPDB, baik melalui jalur prestasi, SKTM dan anak yatim,.

“Berapa persen penerimaan yang sudah dilaksanakannya. Karena itu kami meminta pada pihak inspektorat provinsi untuk segera turun memeriksa laporan panitia PPDB sekolah tersebut,” ungkap Ujang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SMAN 4 yang juga sebagai ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Tangerang ketika hendak dikonfirmasi terkait dengan persoalan tersebut, namun sayangnya yang bersangkutan sulit ditemui.

Sementara itu pihak panitia PPDB SMAN 4 Kota Tangerang ketika dikonfirmasi enggan meenjelaskan lebih lanjut soal penolakan siswa yatim.

“Kami sudah menjalankan sesuai aturan, dan kami anggap tugas kami sudah selesai. Silakan temui saja Kepala Sekolah, dan kami tidak bisa menjawab pertanyaan itu,” ujar Cuntawan, panitia PPDB sekolah SMAN 4. (Muklis)

 

Anda mungkin juga berminat