Kadisdik Kota Bekasi: Orang Tua Jangan Paksakan Anak Masuk di Sekolah Negeri

202

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Orang tua diminta tidak memaksanakan anaknya harus diterima di sekolah negeri (SMPN) tetapi masuk dan mendaftar di sekolah swasta yang ada di wilayah ini.

Pernyataan itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah seusai apel pagi di Perkantoran Pemkot Bekasi, Senin (1/7). Dia mengatakan, pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online di Kota Bekasi dilaksanakan selama tiga hari dimulai hari ini. Ada kemungkinan anak tidak diterima di sekolah negeri sehingga diharapkan mereka masuk ke sekolah swasta yang ada.

“Kita berharap pada masyarakat, misalnya karena sangat terbatas (daya tampung SMPN), supaya bisa sekolah di swasta. Jangan memaksakan di negeri (sekolah),” kata Inayatulah.

Terkait mekanisme pendaftaran, tambahnya dilakukan sesuai dengan Permendikbud No 51/2018. “Kita mengikuti ada jalur zonasi, prestasi dan jalur perpindahan orang tua. Itu sudah kita ikuti prosesnya,” ucap Inay, sapaan akrabnya.

Inay mengaku belum diketahui berapa anak yang akan ditampung di SMP Negeri karena pendaftaran baru dimulai pada hari ini.

“Pendaftaran itu, sesuai dengan peraturan yang baru, sesuai perubahan, kita mengikuti jalur zonasi 83%, prestasi 15% dan kepindahan orang tua 2%. Ini baru mulai hari ini (tidak tahu berapa yang mendaftar),” ujarnya.

Sementara mengenai keperluan anggaran untuk pembiayaan PPDB online tersebut, menurut Inay, hal itu menggunakan anggaran daerah. Dilakukan melalui kerjasama dengan PT Telkom senilai hampir Rp 200 juta.

“Menggunakan anggaran APBD. Itu ada skala prioritas dan tidak prioritas. Kerjasama dengan telkom itu anggarannya dibawah 200 juta,” jelas Inay.

Dalam Situs PPDB Kota Bekasi tercatat, penerimaan PPDB Kota Bekasi melalui jalur Zonasi Radius dilakukan dua tahap, di 56 sekolah dengan peserta 10.737 siswa. Jalur Prestasi berdasarkan nilai USBN 1 tahun di 56 sekolah diikuti 1.704 siswa, jalur prestasi akademik dan non akademik, di 56 sekolah diikuiti 130 siswa.

Sementara melalui jalur perpindahan tugas orang tua, di 56 sekolah diikuti 270 siswa, dan jalur prestasi tahfiz quran, juga di 56 sekolah diikuiti 270 siswa. (Dra)

Anda mungkin juga berminat