Krisis Blangko, 58.692 KTP di Kabupaten Bekasi Tak Kunjung Dicetak

150

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi masih mengalami kekurangan blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Akibatnya, warga yang telah melakukan perekaman terpaksa menunggu KTP dicetak.

Bahkan, tidak sedikit warga yang menunggu hingga lebih dari setahun dan sampai kini KTP tak kunjung dicetak. Hal itu diakui Kepala Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Hudaya.

Menurut Hudaya, banyaknya KTP yang belum dicetak disebabkan karena pihaknya kehabisan blangko. Di sisi lain, kiriman blangko dari Kementerian Dalam Negeri tidak memadai.

“Untuk KTP terlambat, bahkan ada yang sudah 1 tahun. Itu karena blangko KTP-nya dari kementerian cuma diberi 500 setiap permohonan (setiap minggu),” kata Hudaya.

Diungkapkan Hudaya, pihaknya senantiasa melayani permintaan warga untuk merekam data diri. Bahkan hingga kini data yang telah terekam mencapai 58.692 orang. Sialnya, KTP bagi mereka tak bisa dicetak lantaran ketiadaan blangko.

“Menurut undang undang administrasi kependudukan pengadaan blangko KTP hanya dilakukan oleh pusat. Daerah tidak dapat melakukan pengadaan blangko. Maka dari itu kami hanya menunggu,” ucapnya.

Kendati demikian, Hudaya memastikan keterlambatan itu tidak terjadi pada jenis pelayanan administrasi kependudukan lainnya. Contohnya pembuatan kartu keluarga, dapat diproses dalam waktu 14 hari kerja.

Setiap permohonan yang diajukan melalui kantor kecamatan, setelah berkas sampai ke dinas, dapat dipastikan dalam waktu seminggu sudah ditandatangani. Namun, jika masih ada keterlambatan, dikarenakan pihak kecamatan yang lambat memberikan ke dinas.

“Minggu lalu saya sudah rapat dengan seluruh kasi kependudukan bahwa proses penandatanganan kk dari kecamatan di dinas paling lama 7 hari kerja,” ucapnya. (red)

Anda mungkin juga berminat