Meski Dilarang Pemerintah, Kontraktor Ini Nekat Lakukan Penambangan

255

ROTE NDAO (Garudanews.id) –  Meski Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengeluarkan surat edaran soal larangan penambangan pasir di sepanjangang Pantai Tebole Desa Teboleh karena berdampak pada rusaknya kosistem, namun ada saja pengusaha yang membandel dengan surat edaran tersebut.

Seperti dilakukan oleh oknum kontraktor berinisial MP, pemenang tender pekerjaan irigasi dana DAK. Ia memaksa menggali pasir yang sudah ditutup oleh Pemerintah Rote Ndao.

Padahal, dampak dari penambangan pasir di pantai Baubafan Desa Tebole Kecamatan Rote Selatan, mulai dirasakan oleh warga disekitar lokasi pertambangan.

Mulai dari bibir pantai, kemudian rusaknya drainase, sehingga air laut semakin naik memasuki ke perkampungan.

Pantauan garudanews.id dilokasi, pada Rabu (3/7) pagi, di lokasi tambang pasir di bibir pantai sudah mulai terlihat aktivitas penambangan.

Padahal, bibir pantai yang tadinya dialiri air dijadikan jalan untuk lalu lalang truk pengangkut pasir, terlihat pendangkalan dan volume aliran air semakin mendekati ke rumah-rumah warga.

Salah seorang tokoh adat dari Dusun Nggelabiti Desa Teboleh, Efer Ndun mengatakan warga di sekitar lokasi tambang meminta aktivitas tambang pasir segera ditutup total.

“Sesuai dengan surat edaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao,
namun anehnya oknum kontraktor masih paksakan diri untuk menggali tambang pasir tersebut,” kata Efer Ndun.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah setempat untuk memberlakukan moratorium.

Menurutnya tambang pasir ini sudah menyengsarakan masyarakat, manfaatnya hanya sedikit yang dirasakan warga, sementara dampak negatifnya besar. Seperti rusaknya jalan akibat tonase angkutan pasir yang berlebih, air keruh, drainase rusak, dan tanggul hilang tergerus pertambangan.

“Paling sekarang kita fokus menghentikan para penambang di sini. Sedangkan, bagi pengusaha legal, selama mereka mengikuti aturan yang berlaku tidak akan ada penghentian operasi,” tambah Efer.

Pertambangan pasir pantai Baubafan Desa Tebole seharusnya sudah dihentikan sejak  tahun 2018 yang lalu, namun sangat disayangkan oknum kontraktor tetap mengunakan mobil damp truck untuk mengangkut pasir yang sudah digaling.

Seperti diketahui, sesuai dengan surat Dinas Pemukiman dan Kawasan Lingkungan Hidup Kabupaten Nomor DPKPLH.660/806/X/Kab.RN/2018 mengenai penambangan. (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat