MPU Aceh Utara Sosialisasi Fatwa Haram Judi Online dan Game PUBG 

349

ACEH UTARA (Garudanews.id) – Majlis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara melakukan sosialisasi fatwa MPU Provisi Aceh, nomor 1 Tahun 2016 tentang judi online dan fatwah nomor 3 tahun 2019 tentang game Player Unknown’s Battle Graunds (PUBG).

Dalam sosialisasi tersebut dilibatkan pula seluruh stakeholder dari tingkat Kabupaten sampai ke tingkat desa yang diwakili oleh Imum Mukim.

Adapun sosialisasi fatwa itu di adakan empat titik di Kabupaten Aceh Utara. Yaitu di Kecamatan Panton Labu, Lhoksukon, Syamtalira Bayu dan Kecamatan Dewantara.

Dimana, dalam fatwa nomor 1 tahun 2016, bahwa judi online adalah permainan yang memasang taruhan uang atau bentuk lain, melalui media internet dan media sosial lainnya. Dalam fatwa tersebut dinyatakan bahwa judi online hukumnya haram.

Sementara, dalam fatwa no 3 tahun 2019 tentang game PUBG dan sejenisnya permainan interaktif elektronik dengan jenis pertempuran yang mengandung unsur kekerasan dan kebrutalan, mempengaruhi perubahan perilaku menjadi negatif, menimbulkan prilaku agresif, kecanduan pada level berbahaya dan mengandung unsur penghinaan terhadap simbol-simbol islam. Untuk itu, MPU menfatwakah bahwa permainan tersebut hukumnya juga haram.

“Sosialisasi ini dilakukan karena banyak kalangan pemuda yang susah sibuk dengan game dan judi online melalui HP mereka, dan hari ke hari akhlak mereka mulai berubah,” kata Staf MPU Aceh Utara Abi Zainuddin Ibrahim kepada media ini usai Acara sosialisasi do Gedung Panglateh Lhoksukon, Senin (29/07).

Pihaknya berharap melalui MPU Kabupaten, sosialisasi fatwa tersebut agar sampai kepada masyarakat.

“Ini hanya bentuk fatwa dan belum punya payung hukum tetap, dan tidak bisa diberikan sanksi hukum, ini hanya bentuk sosialisasi saja,” kata Abi Zainuddin.

Dengan sosialisasi itu, lanjut dia, ia berharap agar anak muda patuh dengan fatwa ini.

“Kami juga berharap kepada pemerintah untuk kerja sama dalam menjaga fatwah ini, dan memblokir situs-situs game online dan yang berkonten negatif,” tegas Abi Zainuddin. (Syahrul)

Anda mungkin juga berminat