Pemerintah Dorong Revitalisasi Pendidikan Vokasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri

201

DEPOK (Garudanews.id) – Pemerintah mendorong dilakukannya revitalisasi dan terobosan pendidikan vokasi agar sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk itu selama lima tahun ke depan, pemerintah akan merevitalisasi tiga tingkat lembaga vokasi, yakni politeknik, SMK dan BLK.

 

“Sejalan dengan fokus terhadap ketiga lembaga tersebut, untuk melakukan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi tak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus komprehensif dari hulu sampai hilir. Sains memang tetap dibutuhkan, tapi vokasi tak kalah diperlukan, sebab kita ingin menjawab tantangan masa kini di mana ada persaingan dengan negara lain,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasional menjadi keynote speech pada acara Dies Natalis XI Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia sekaligus peluncuran Program Pelatihan Jarak Jauh Bersertifikat yang merupakan kolaborasi antara Universitas Indonesia (UI) dengan Universitas Terbuka (UT) di Depok, Jawa Barat, Senin (22/7).

 

Disebutkan, tiga level vokasi itu, yaitu politeknik adalah untuk menyiapkan tenaga kerja high level thinking, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menyiapkan tenaga kerja level operator, dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ditujukan untuk memberikan pelatihan bagi angkatan kerja berpendidikan rendah, re-skilling bagi tenaga kerja terdampak krisis ekonomi atau otomatisasi, dan up-skilling agar angkatan kerja mampu beradaptasi dengan teknologi baru.

 

Dalam upaya itu, ujarnya pemerintah mulai dengan mereformasi lembaga vokasi melalui penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri, memperbanyak tenaga pengajar produktif melalui Training of Trainer (ToT), hingga memperbaiki sistem sertifikasi serta meningkatkan kualitas akreditasi lembaga vokasi.

 

“Oleh karena itu, kita membutuhkan satu kelembagaan sertifikasi dan akreditasi tingkat nasional. Jadi kita bisa semakin mengembangkan vokasi kita, dan standarnya akan bisa sama antara satu kota dengan lainnya. Ini namanya basis scaleability yang menyatarakan kompetensi secara nasional,” ungkapnya.

 

Terkait dengan pendidikan tinggi vokasi, pemerintah mendorong peningkatan jumlah lulusan pendidikan tinggi vokasi dari 721 ribu mahasiswa pada 2019 menjadi sekitar 2,7 juta mahasiswa pada 2024. Upayanya dengan meningkatkan jumlah kapasitas perguruan tinggi vokasi non politeknik menjadi 572 ribu mahasiswa pada 2024.

Sedangkan, daya tampung politeknik juga akan terus ditingkatkan dari 365 ribu mahasiswa di tahun ini menjadi 731 ribu mahasiswa di 2024. Pemerintah juga akan mendorong penambahan jumlah program studi (prodi) sektor-sektor prioritas nasional dengan membangun 265 politeknik baru hingga 2024. (Dra)

Anda mungkin juga berminat