Sebagai Negarawan, Prabowo Dinilai Tetap Konsisten dengan Sikap Kritisnya

290

JAKARTA (Garudanews.id) –  Direktur Eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS) Institut STIAMI Jakarta, Bambang Istianto  mengapresiasi langkah Prabowo Subianto yang melakukan pertemuan dengan Joko Widodo, di Stasiun MRT Lebak Bulus pada Sabtu (13/7) lalu. Menurut dia, sikap yang diambil oleh mantan Danjen Kopassus itu sebagai upaya rekonsiliasi dalam mendinginkan suasana pasca Pilpres.

“Terlepas menuai pro dan kontra, pertemuan itu menunjukkan dua tokoh yang sempet berseteru itu kembali bersatu. Karena, perbedaan pandangan politik dalam kontestasi Pilpres merupakan hal yang wajar. Namun demikian kami mengapresiasi sikap kenegarawanan Prabowo yang mengajak kepada pendukungnya agar tidak ada lagi polarisasi di tengah masyarakat,” kata Bambang kepada  garudanews.id, Senin (15/7).

Bambang menilai, dalam pertemuan tersebut Prabowo  menunjukkan sikap kesatrianya, meski duduk dalam suasana layaknya dua sahabat sejati, tapi Prabowo tetap konsisten akan membela kepentingan rakyat, dan tetap kritis terhadap pemerintah.

“Apa yang diutarakan oleh Prabowo baik dalam orasi kampanyenya maupun saat pertemuan dengan Presiden Jokowi tidak ada yang berubah. Hal itu yang harus diapresiasi,” kata Bambang.

Namun demikian Bambang juga mengimbau, dalam pertemuan antara dua tokoh tersebut, agar para pendukungnya kembali bersatu. Selain itu, semua pihak agar berbaik sangka. Jangan sampai upaya rekonsiliasi tersebut dimaknai dengan hal yang negatif.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan siap membantu pemerintahan yang akan dibentuk Joko Widodo bila diperlukan.

“Kalau beliau mau ketemu saya, ya saya akan manfaatkan untuk menyampaikan hal-hal demi kebaikan bersama,” kata Prabowo di stasiun MRT Senayan Jakarta, Sabtu (13/7).

Joko Widodo akhirnya bertemu dengan Prabowo Subianto di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus. Keduanya lalu naik kereta MRT hingga stasiun Senayan kemudian berlanjut santap siang bersama di salah satu restoran di daerah Senayan.

“Saudara-saudara, dikatakan beliau bahwa kita bersahabat dan kita berkawan. Memang kenyataan seperti itu, jadi kalau kita kadang-kadang bersaing, kadang-kadang saling mengritik itu tuntutan politik dan demokrasi,” ungkap Prabowo seperti dikutip Antara.

Ia pun mengakui bahwa kompetisi tersebut kadang keras.

“Tetapi kita tetap dalam kerangka keluarga besar RI. Kita sama-sama anak bangsa. Kita sama-sama patriot dan sama-sama ingin berbuat terbaik untuk bangsa,” tegas Prabowo.

Prabowo pun mengakui para pendukungnya masih banyak yang emosional.

“Saya mengerti banyak yang mungkin masih emosional. Kita mengerti banyak hal yang kita harus perbaiki. Intinya saya berpendapat bahwa antara pemimpin kalau hubungannya baik kita bisa saling ingatkan. Jadi saya ucapkan selamat bekerja,” ungkap Prabowo.

Prabowo pun kembali mengucapkan selamat, menyalami hingga memeluk Jokowi yang sama-sama mengenakan kemeja putih.

“Menjadi presiden itu mengabdi. Masalah yang dipikul besar. Kami siap membantu kalau diperlukan. Mohon maaf kalau kita mengkritisi bapak sekali-sekali,” ujar Prabowo. (Edr)

 

 

Anda mungkin juga berminat