Selama 18 Tahun BAZNAS Raih Predikat Wajar

Raih Dana ZIS Rp 206,7 Miliar di 2018

282

Jakarta (Garudanews.id) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali meraih predikat “Wajar” pada laporan keuangan tahun 2018 yang diaudit oleh auditor independen Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo.

Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo mengatakan, predikat “Wajar” merupakan yang tertinggi dalam tingkatan hasil audit laporan keuangan dari Kantor Akuntan Publik. Ia bersyukur dapat kembali mempertahankan predikat tersebut.

“Predikat ini sudah diterima oleh BAZNAS sejak audit terhadap laporan keuangan tahun 2001, yang artinya 18 tahun Baznas konsisten sebagai pengelola zakat yang akuntabel denhan laporaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bambang dalam acara penyerahan hasil audit yang diselenggarakan di Kantor BAZNAS, Menteng, Jakarta Pusat. Kamis, (11/07).

Menurut Bambang, pencapaian ini juga beriringan dengan peningkatan pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang diperoleh BAZNAS pada tahun 2018 lalu.

“Sepanjang tahun 2018, Baznas berhasil memperoleh pengumpulan ZIS sebesar Rp 206,7 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 30 persen dari pencapain ZIS tahun lalu,” ujar Bambang.

“Selain itu, BAZNAS juga berhasil mencapai rasio penyaluran (ACR) sebesar 83,% yang mana dalam zakat core principles termasuk ke dalam kategori efektif,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut Bambang, BAZNAS mendorong seluruh pengelola zakat, baik BAZNAS maupun LAZ juga menjaga kepercayaan masyarakat dengan melakukan audit keuangan setiap tahunnya.

“Karena audit keuangan dapat menjaga akuntabilitas serta meningkatkan kepercayaan publik. Oleh karenanya, capaian ini harus dipertahankan setiap tahunnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Pimpinan Kantor Akuntan Publik (KAP) AR. Utomo, Ahmad Toha mengapresiasi BAZNAS yang dari tahun ke tahun menjaga konsistensi laporan keuangan.

“Dari tahun ke tahun Baznas terus mengalami peningkatan. Makanya, dari tahun ke tahun kita mendapat kemudahan dalam mengaudit laporan keuangan BAZNAS,” kata Ahmad.

Namun, lanjut Ahmad, adanya penambahan program-program yang dilakukan oleh BAZNAS membuat KAP membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding audit pada tahun sebelumnya.

“Karena program-program yang sangat banyak, sehingga kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan audit keuangan. Namun kami apresiasi karena jajaran BAZNAS sangat kooperatif dalam mendukung audit ini,” lanjut Ahmad.

“Semoga tahun-tahun ke depan bisa terus dipertahankan,” tambahnya.(HAB)

Anda mungkin juga berminat