Soal Pengangkatan Kembali Mantan Napi Jadi ASN, Begini Kata Wabub Rote Ndao

162

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek mengaku tidak mengetahi soal pengangkatan kembali sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Mantan Napi yang telah kembali bekerja, setelah sebelumnya dirumahkan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati saat dikonfirmasi garudanews.id disela-sela mengi’kuti Upacara HUT Polri yang ke-73 tingkat Polres Rote Ndao, pada  Selasa (10/7) di Aula Polres, kemarin.

Wabup mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti jumlah ASN yang diaaktifkan kembali, namun ia mengetahui adanya ASN Mantan Napi.

Ketika ditanya soal dasar hukum yang dipakai pemerintah untuk mengaktifkan kembali ASN Mantan Napi Korupsi tersebut, Saek mengaku dirinya tidak mengetahui dasar hukumnya, dan meminta wartawan untuk mengkonfirmasi langsung ke Bupati. Menurutnya, Bupati yang paling berhak menjelaskan masalah itu.

“Kalau dasar hukumnya nanti Tanya di Ibu Bupati saja karena SK nya ditandatangani oleh Bupati, saya tdak bisa menjelaskan hal itu,” ungkap Saek

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah memberikan teguran tertulis pertama kepada 11 Gubernur, 80 Bupati dan 12 Walikota agar dalam waktu 14 hari segera melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat kasus korupsi.

“Per 1 Juli sudah diberikan teguran tertulis oleh Pak Mendagri kepada Kepala Daerah untuk segera PTDH dalam waktu 14 hari ini,” kata Plt. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik. (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat