Staff Kemenhub Datangi Warga Terdampak DDT Di Bekasi

562

BEKASI, (Garudanews.id) – Kementerian Perhubungan mengunjungi warga Rw 02 kelurahan Kalibaru, Medan Satria. Kedatangan mereka untuk berdialog dengan warga yang terkena dampak Duble Duble Track (DDT) pada Kamis (11/07).

Ketua Rw 02 kelurahan Kalibaru, Medan Satria Slamet Sumardi menuturkan bahwa warga sudah mengajukan keluhan secara tertulis kepada Kementerian Perhubungan.

“Kemaren minta berkas untuk disampaikan ke pimpinan, Hari selasa rencanya warga akan dipertemukan dengan kemenhub,” kata Slamet Sumardi, saat dihubungi via whatsapp, Jumat (12/07).

Sementara itu, perwakilan dari Kemenhub yang bernama Thofan dan Dwi Surya datang menemui warga dengan berdialog. Selain itu, mereka telah menerima berkas tuntutan warga untuk disampaikan kepada Kemenhub, yang isinya ialah tindak pelanggaran serta Tindak pidana pemalsuan dokumen.

Balai Teknik perkeretaapian juga dinilai tidak melaporkan kepimpinan secara transparan. Sekedar diketahui, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (BTPWJB) dilaporkan oleh warga korban DDT atas dugaan Pemalsuan Dokumen Penilaian Aset atau Appraisal  yang diduga dilakukan oleh okum BTPWJB.

Sebanyak 29 bidang tanah dari 27 Kepala Keluarga (KK) dengan luas 1.657 meter persegi terkena dampak DDT. Dalam prosesnya, warga menolak ganti rugi yang diberikan oleh BTPWJB karena ganti rugi tersebut disesuaikan dengan nilai aset pada tahun 2015. Besaran ganti rugi tanah berikut bangunan dari 29 bidang tersebut ialah 7,9 miliar.

Sebelumnya, dihari yang sama, warga didampingi kuasa hukumnya, Tomus Pardede dan Mahrus Ali mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk melakukan dialog dengan Kapolres. Kedatangan mereka pun diterima langsung oleb Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Indarto di ruangan Mapolres.

Dalam pertemuan singkat tersebut, dikatakan oleh kuasa hukum warga bahwa Kapolres akan memfasilitasi warga dengan kementerian perhubungan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat