Anggota Komisi IV DPR Sayangkan Bulog Tak Lagi Pasok Bansos dan Restra

276

JAKARTA (Garudanews.id) – Hasil keputusan rapat Koordinasi tingkat Menteri memutuskan bahwa badan urusan logistik (Bulog) tidak lagi memasok bansos rastra per akhir Agustus 2019 mendatang. Terkait dengan keputusan tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo menyayangkan langkah yang diambil oleh Pemerintah yag dinilai menghilangkan fungsi dan peran Bulog itu sendiri.

“Tugas pokok dan fungsi Bulogkan ada dua, menjaga stabilitas harga dan menjaga stock, tatkala kedua fungsinya itu “dipreteli” bagaimana Bulog mau bekerja, siapa lagi yang akan menarik atau menyerap panen raya petani kalau bulog tidak diberi peran terkait program-program pemerintah. Beras yang dibeli dari petani itu mau dibawa kemana? Bulog tidak sebatas komersil, tugas Bulog itu menjaga stabilitas harga dan menjaga stock. Jangan dibawa kemana-mana. Ketika bulog sudah bisa menjaga stock, maka harga pangan akan relatif terkendali. Namun Ketika itu sudah diberikan ke Bulog, kemudian ditarik lagi, saya benar-benar menyayangkan hal itu. Tolong dicermati lagi, kembalikan lagi Bulog untuk mengelola bahan-bahan pangan nasional,,” kata Rahmad dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (20/8).

Bahkan, lanjut Rahmad, kalau perlu BPNT diganti lagi dengan program-program pemerintah seperti sebelumnya. Seperti beras untuk PNS, TNI, Polri melalui Bulog, Rastra melalui Bulog, BPNT melalui Bulog. Jika selama ini dikatakan, beras Bulog bermasalah dan tidak bermutu menurut politisi dari Fraksi PDI Perjuangan, ya harus diperbaiki dan disempurnakan kualitasnya. Meski sejauh ini ia meyakini bahwa beras Bulog saat ini kualitasnya jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Jangan memerintahan Bulog ketika powernya sudah tidak ada, seperti memberikan senjata tapi tidak ada pelurunya. Mereka disuruh menyerap gabah, ketika sudah dilakukan, tidak tahu akan dibuat apa gabah-gabah itu. Saya berharap ini dicarikan solusi, pasti ada jalan. Kami juga di Komisi IV tidak pernah lelah menyuarakan ini. Istilahnya jangan sampai rumahnya dibakar, hanya karena ada tikus didalamnya,” tandasnya. (red)

 

Anda mungkin juga berminat