Dewan Pers Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Berita Hoaks

273

JAKARTA (Garudanews.id) – Wakil Ketua Dewan Pers Henry CH Bangun mengingatkan masyarakat untuk selalu mewaspadai penyebaran berita hoaks atau palsu.

Menurut dia, meski upaya-upaya pencegahan telah dilakukan, penyebaran berita palsu atau hoaks di Indonesia masih sangat masif terjadi dan bertebaran dimana-mana.

“Upaya untuk menjernihkan ruang kita dari hoaks melalui cek fakta belum sesuai harapan. Hoaks masih bertebaran di mana-mana, di media sosial, di masyarakat,” ujar Henry dalam acara bincang-bincang Media Lab yang digelar oleh Dewan Pers di Jakarta, Selasa (13/8).

Dalam bincang-bincang berjudul “Cek Fakta, Sudah Berhasilkah Menangkal Hoax dan Disinformasi?” itu, Henry berharap agar semua pihak terkait, seperti pemerintah, pengepul berita, media, Dewan Pers maupun KPI untuk bekerja sama melakukan pembersihan sehingga hoaks tidak semakin tersebar.

Sementara itu, Plt Kabiro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu menyatakan bahwa dua macam hoaks yang terbanyak beredar adalah terkait politik dan kesehatan.

“Selain politik, hoaks yang paling banyak adalah kesehatan. Ini lucu-lucu isinya. Untuk orang yang mengerti cara kerja hoaks, ini lucu, tapi untuk masyarakat umum yang polos, ini jadi membahayakan,” ujarnya.

Karo Multimedia Mabes Polri Brigjen Pol Budi Setiawan menambahkan maraknya peredaran hoaks dapat dilihat dari jumlah akun penyebar hoaks yang diawasi kepolisian.

Pada tahun 2018, polisi mengawasi sekitar 30.056 akun penyebar hoaks, sedangkan pada 2019 hingga bulan Juli saja, telah ada 29.160 akun yang diawasi.

“Hoaks marak jika ada agenda politik. Tapi kita tetap harus mewaspadai, karena produsen hoaks nanti beralih mencari momen-momen lain,” ujarnya. (Dra)

Anda mungkin juga berminat