Diduga Selingkuh dengan Warganya, Tokoh Adat Ancam Laporkan Kades ke Polisi

935

ROTE NDAO, (Grudanews.id ) – Kabar tak sedap soal dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh  seorang oknum kepala desa (Kades) kembali terjadi.

JD yang  tidak lain merupakan Kades Batefalu, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur diduga berselingkuh dengan warganya sendiri.

Kasus tersebut diungkapkan Soleman Junus selaku Maneleo atau Kepala Suku di desa tersebut. Ia mengaku kerap mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait perilaku oknum Kades.

Soleman mengaku bahwa perbuatan oknum Kades tersebut bukan kali ini terjadi. Dimana, menurut dia, pada tahun 2015, JD pernah menghamili seorang janda yang baru saja ditinggal suaminya. Akibat hubungan gelap itu, hingga si perempuan tersebut hamil. Ironisnya oknum Kades itu tidak bertanggungjawab.

Pada tahun 2015 Kades JD yang juga adalah seorang ASN aktif di Pemda Kabupaten Rote Ndao menghamili anak suku yang berinisial (FA) sebagai Kepala suku dirinya mengambil tindakan sesuai hukum adat yang berlaku, karena Kades Batefalu mengakui perbuatannya namun enggan bertanggung jawab sehingga yang bersangkutan dikenai sanksi atau denda adat.

“Anak pertama tersebut adalah anak dari JD. Dan itu diakui sendiri oleh yang bersangkutan. Namun tidak tanggung jawab dengan alasan istri dari JD tidak mau menerimanya,” ujarnya baru-baru ini.

Ditambahkan Soleman, sebagai Maneleo atau kepala suku yang secara adat bertanggung jawab atas semua keluarga junus. Sebagai Kepala Suku ia sudah memanggil saudara laki-laki yang bersangkutan untuk menanyakan perihal kehamilan dari (SF) namun sampai saat ini saudara laki-laki nya belum ada kejelasan.

Pihaknya juga meminta aparat kepolisian dan dinas terkait agar memberikan sanksi tegas kepada JD atas perilaku yang tidak mencerminkan seorang pimpinan desa.

Saat hendak dikonfirmasi terkait dengan kasus tersebut, Kades Batefalu yang dihubungi melalui telepon genggamnya tidak merespon.

Sementara itu, Camat Rote Timur Refly Therik, ketika dimintai tanggapannya soal dugaan perselingkuhan yang  dilakukan oleh anak buahnya,  ia mengaku tidak tahu menahu terkait tindakan asusila yang dilakukan oleh Kades JD.

“Saya baru dengar, adapun hubungan saya dengan kepala desa hanya sebatas koordinasi. Semwntara yang bertanggung jawab langsung atas kode etik para Kepala Desa adalah Kepala Dinas DPMD Kabupaten Rote Ndao yang adalah atasan langsung mereka,” imbuhnya. (Dance)

Anda mungkin juga berminat