Diguyur Hujan, Situasi Kota Suci Mekkah Tetap Kondusif

249

MINA (Garudanews.id) – Hujan yang mengguyur Mina pada Senin (12/8) sore dikabarkan di luar dugaan. Namun, seluruh petugas haji Indonesia bergerak mengantisipasi hal tersebut.

“Kemarin, Saya instruksikan kepada semua petugas untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dampak dari hujan. Alhamdulillah segalanya dapat diatasi dengan baik,” kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Sadi Arabudi, Selasa (13/8) seraya menambahkan bahwa kondisi Mina saat ini kondusif.  

 

Diakui Menag, pada saat hujan deras kemarin memang terjadi pemadaman listrik. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya korsleting. Usai hujan reda, secara bertahap listrik pun mulai dinyalakan.

“Memang tidak serentak, ada yang langsung menyala, ada juga yang agak lama. Tapi secara umum, ini tidak mengganggu aktivitas jemaah,” jelas Menag.

Pemadaman listrik sementara yang dilakukan paska hujan deras, jelas Menag, tidak mengganggu pelayanan pada Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mina. “Semata-mata penerangan saja. Jadi tidak ada jamaah yang karena listriknya mati lalu kemudian kesehatannya terganggu karena tidak ada alat-alat yang menggunakan aliran listrik,” ujar Menag.

Jadi sejauh ini, menurut Menag, pelaksanaan lontar jumrah di jamarat berlangsung dengan baik, meskipun kemarin ketika ada hujan deras beberapa tenda di maktab mengalami pemadaman listrik.

Sebagian jemaah haji Indonesia yang memilih nafar awal, lanjut Menag, mulai kembali ke pemondokan. “Alhamdulillah sejak tadi ba’da subuh dari posko tenda misi haji di Mina, jemaah bertolak menuju jamarat, dan sebagian mereka sudah membawa tas kecilnya. Jadi mereka sudah akan menyelesaikan nafar awalnya,” kata Menag.

Menag juga bersyukur, secara bertahap listrik dapat dippulihkan kembali. “Kemudian memang juga ada beberapa maktab yang agak terlambat pemadamannya tapi itu juga bisa diatasi,” kata Menag.

Sementara Kasatgas Mina Akhmad Jauhari menyampaikan sedikitnya ada sekitar 120 ribu jemaah haji yang menyampaikan untuk menyelesaikan nafar awalnya. “Mulai jam 07.00 waktu Arab Saudi, jemaah yang telah menyelesaikan nafar awal mulai diantar ke pemondokan masing-masing, dan akan berakhir pada pukul 17.00 sore ini,” tutur Jauhari, seperti dalam siaran persnya.

Jemaah nafar awal adalah jemaah yang memilih untuk meninggalkan Mina pada 12 Zulhijjah. Sementara, jemaah Nafar Tsani masih akan bermalam di Mina, dan akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijjah. (Red)

Anda mungkin juga berminat