Inilah Penyebab PPP DKI Harus Kehilangan 9 Kursi di DPRD

255

JAKARTA (Garudanews.id) – Komisi Pem,ilihan Umum (KPU) DKI telah  mengumumkan 106 nama caleg terpilih di salah satu hotel berbintang, di kawasan Jakarta Pusat.

Namun dalam pemilihan legislatif 2019 ini merupakan bencana bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI. Dimana partai yang cukup senior harus kehilangan 9 kursi. PPP dipastikan hanya memiliki 1 kursi di di Kebon Sirih. Perolehan kursi itu menurun drastis dari 10 kursi yang dimiliki pada pileg 2014 lalu.

Adanya hasil minor di Jakarta tersebut dituding, karena elit partai terlalu memikirkan kepentingan politiknya. Dibandingkan memikirkan suara rakyat di akar rumput.

“Tidak heran kalau sekarang PPP hanya mendapatkan 1 kursi di DPRD DKI. Karena partai kita selama ini tidak memikirkan aspirasi konsituen. Termasuk suara konsituen partai di pilkada DKI dan pilpres lalu,” ujar fungsionaris PPP, Syamsudin kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/8).

Syamsudin menambahkan, efek dari sikap partai yang mengesampingkan suara konsituen PPP di pileg dan pilpres. Kader di tengah masyarakat harus mengalami hujatan dan cacian karena dianggap tidak memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Sangat sulit membangun partai jika elitnya hanya mementingkan kepentingan politik. Sementara mengesampingkan kepentingan masyarakat. Karena kebijakan partai sangat menentukan partai besar atau makin terpuruk,”bebernya.

Disamping itu, anggota Komisi C DPRD DKI ini menilai keterpurukan partai disebabkan pula adanya dualisme diinternal partai.

“Hasil muktamar besok, harus melahirkan tokoh yang bisa mengangkat marwah partai,” harapnya. (hnn)

Anda mungkin juga berminat