Kata Pengamat, Ini Penyebab Kekalahan Golkar pada Pemilu 2019

312

JAKARTA (Garudanews.id) – Kekalahan Partai Golkar pada Pemilu 2019, yang hanya menempati urutan ketiga pada tingkat nasional dinilai akibat kekagagalan Airlangga Hartarto dalam memimpin partai berlambang pohon beringin.

Sejumlah pihak menilai, kegagalan Airlangga dalam mengejar target perolehan kursi baik pada tingkat nasional maupun kursi DPR di pusat, karena dualisme jabatan yang saat ini tengah diembannya. Sehingga Airlangga, tidak fokus dalam menahkodai partai yang pernah berjaya selama 32 tahun tersebut.

“Tentunya, hal itu menjadi paling krusial karena beliau selaku Ketum dan menjadi bagian dalam jajaran menterinya Pak Jokowi, ya seharusnya mundur,” kata Direkturif ETOS Institute Indonesia, Iskandarsyah dalam keterangan persnya, Selasa (6/8).

Dia menilai seharusnya Airlangga Hartanto legowo mengambil opsi mundur sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Pasalnya, kata dia, selain menjabat sebagai Ketum Airlangga juga menjalankan perannya selaku pembantu presiden sebagai Menteri Perindustrian.

Double jabatan yang disandang Airlangga, lanjut Iskandar, menunjukan jika yang bersangkutan tidak memiliki sikap.

“Beliau (Airlangga) tidak punya sikap mau menjadi Ketum partai Golkar atau menterinya pak Jokowi?. Kalau memang posisi menteri dibutuhkan figur beliau ya beliau mundur dari awal dari Ketum Golkar, bukan dua-duanya dimakan,” ujar dia.

Menurut dia, tidak adanya sikap yang diambil oleh yang bersangkutan tentunya berimbas kepada hasil kinerja kepemimpinan di partai beringin. Saat memimpin organisasi partai beringin, yang terjadi adalah kurangnya konsolidasi, pencapaian kursi di Senayan menurun.

“Hal ini juga berimbas kepada kinerja beliau sebagai menteri perindustrian, kita sama-sama lihat permasalahan di Krakatau Stell, Semen Import dari China, sampai pacul pun impor dari China. Buat saya, hal-hal tersebut akan dapat penilaian khusus dari pak presiden,” paparnya.
(Red)

Anda mungkin juga berminat