Merasa Dibohongi, Masyarakat Blokir Jalan

433

ACEH UTARA (Garudanews.id) – Masyarakat Desa Rawang Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, melakukan aksi blokir jalan antar desa.

Aksi itu didasari kekecewaan masyarakat karena pada tahun 2020 jalan tersebut tidak mendapatkan anggaran untuk proyek pengaspalan.

“Pihak Pemkab melalui Dinas PUPR pernah berjanji jalan lintas antar desa akan di aspal pada tahun 2020. Tapi dari hasil informasi yang diterima oleh masyarakat, jalan tersebut tidak di masukan dalam APBK 2020,” kata Kasi Pemerintahan Desa Rawang Itek, Sofyan.

Menurut dia, bukan pertama kali warga melakukan hal tersebut. Dirinya mencatat aksi blokir jalan ini sudah empat kali dilakukan.

“Warga sudah empat kali memblokir jalan ini, tapi dari pihak pemerintah masih mepermaikan masyarakat, hanya janji palsu yang di janjikan kepada warga,” kata Sofyan.

Jalan penghubung antar desa itu, kata Sofyan, rusak sepanjang 800 meter. Setiap hari, masyarakat menghirup debu akibat jalan yang rusak.

Akibat aksi pemblokiran jalan tersebut, siswa SMA Negeri 3 Citra Bangsa Tanah Jambo Aye juga tak bisa melintasi jalan yang menuju akses ke sekolah. Sebagian dari mereka melintasi jalur alternatif lainnya, dengan jarak yang lebih jauh.

Sedangkan sebagian siswa memarkir sepeda dan sepeda motornya di kawasan itu. Dan mereka terpaksa berjalan kaki dengan berjalan ratusan meter ke sekolah .

Warga Rawang Itek masih melakukan aksi pemblokiran dengan disegel menggunakan kayu, dan hingga berita ini diturunkan, jalan itu sudah sudah kembali dibuka. (Syahrul)

Anda mungkin juga berminat