Pengoperasian Moda Transportasi Trem di Kota Bogor Menuai Kontroversi

213

BOGOR (Garudanews.id) – Rencana pengadaan dan pengoperasian moda transportasi trem di jalanan Kota Bogor menuai kontroversi. Keberadaan trem dipastikan akan menambah masalah di jalan karena trem akan bersinggungan dengan banyak trayek angkot yang melalui jalan itu.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor menolak dengan tegas wacana pemkot menerapkan kebijakan pengadaan trem yang rencananya akan mendapat bantuan hibah dari Belanda.

”Rencana pengadaan trem itu nggak melihat kondisi eksisting jalanan Kota Bogor lho. Apalagi rencananya ngaspal di sekitaran Kebun Raya Bogor. Sedangkan kapasitas jalan cuma segitu-gitunya, nggak ada penambahan. Sekarang saja macet, apalagi kalau ada trem?” kata Ketua DPC Organda Kota Bogor Moch Ischak saat ditemui garudanews.id baru baru ini.

Ishak menuding pengadaan trem hanya menguntungkan investor besar dan asing tapi mengabaikan pengusaha kecil. Harusnya Pemkot melakukan kajian mendalam sebelum mendatangkan moda tranportasi dengan rel khusus.

”Ibukota DKI Jakarta yang memiliki sapras jalan lebih besar saja macet apalagi kita luasnya tidak berubah, dari dulu segitu aja luasnya,” tuturnya. (Ded)

Anda mungkin juga berminat