Relawan Infra Oscar Sesalkan Tindakan Puskesmas Jakasetia Yang Tidak Cepat Tanggap

483

BEKASI, (Garudnews.id) – Seorang warga  kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan yang sudah lama sakit, dan kondisi badan yang sangat kurus di Rt 04 Rw 17 kampung Poncol Bulak akhirnya meninggal dunia pada Rabu (14/08).

Warga yang diketahui bernama Rohimah (35) tersebut sudah lama tidak berdaya diatas tempat tidurnya. Wanita tersebut sebelum meninggal, menceritakan awal penyakit yang dideritanya.

“Awal sakitnya punggung bagian kanan, terus lari ke pinggang. Dan buat bersin sakit,” ungkap Rohimah dikediamannya beberapa waktu yang lalu.

Ia pun menceritakan dari A-Z terkait sakitnya, hingga ia tak bisa jalan. Menurutnya tahun 2018 masih bisa jalan. Diakuinya sudah sekitar 8 bulan dirinya lunglai tak berdaya, dan seluruh persendian sakit dan nyeri, meski hanya beringsut. Ia hanya bisa menatap langit langit.

Diduga terdampak radang persendian atau mungkin juga syaraf kejepit. Beragam cara telah ditempuh tapi hingga kini belum membuahkan hasil.

Saat ditemui relawan dirumahnya, ia ditemani bapak dan kakak kandungnya. Selama ini kakak kandungnya yang merawat dengan telaten dan penuh kasih sayang.

Lajang putri pasangan Minin dan Winah ini tampaknya menaruh harapan untuk kesembuhan. Terbukti, saat relawan menyambanginya wajahnya tampak cerah dan berseri. Demikian, secuil informasi ini disampaikan. Atas perhatiannya terima kasih.

Sementara itu, Tejo Nagasaki Relawan dari Infra Oscar Kemanusiaan yang selama ini mendampingi  pasien tersebut mengaku terkejut dengan meninggalnya pasien Rohimah tersebut.

“Saya selaku relawan sempat kaget saat pagi ini Rabu (14/8) dapat kabar dari saudaranya meninggal,” kata Tejo, Rabu (14/08).

Ia juga menerangkan bahwa 16 Juli 2019 yang lalu, ia pernah melaporkan kondisi pasien kepada kepala Puskesmas Jakasetia, namun tidak ada tindak lanjut nyata dari Puskesmas.

“Saya sudah hubungi dr Ichman terkait pasien ini, namun saya juga bingung menurut saudaranya belum juga dibawa ke RS. Saya kurang paham dengan penanganan Puskesmas Jaka Setia,” tambahnya.

Ia juga sudah bekoordinasi dengan Stake Holder terkait dan menyerahkan sepenuhnya penanganan pasien kepada puskemas Jakasetia sebagai ahlinya.

“Awal saya survey dan infokan sebagai bentuk menjaga sinergitas antara relawan dengan stakeholder, saya percaya bahwa Puskesmas Jaka Setia akan responsif dan menanganinya dengan baik. Tak ada info kelanjutan, mendadak kabar duka datang dari kerabatnya,” katanya.

“Intinya demi menjaga sinergitas saat rekan rekan relawan infokan pasien ini ke UPTD Puskesmas Jaka Setia, saya merasa percaya bahwa sudah diserahkan kepada stakeholder yang tepat. Sebetulnya bisa saja para relawan ambil inisiatif evakuasi dengan metodenya, karena jauh- jauh hari sebelumnya kita telah kolaborasi dengan URC Pekayon Jaya sejak era 2017 dan rekan rekan relawan lainnya pun siap di Kota Bekasi. Namun, karena Puskesmas setempat telah turun ke lokasi, saya menghargai mereka bekerja untuk menangani medisnya, sehingga kelanjutannya saya tidak intervensi. Apalagi mereka kan dokter, lebih paham terkait penyakit Rohimah. Tapi, saya pun kaget tatkala kerabatnya Rohimah masih di rumah,” pungkasnya.

Tejo sangat menyesalkan Puskesmas Jakasetia yang tidak segera memberikan penanganan untuk pasien dengan membawanya ke rumah sakit. (Mam)

Anda mungkin juga berminat