Disertasi Seks Pranikah yang Kontroversi

256

JAKARTA (Garudanews.id) – Disertasi seks pranikah yang ditulis oleh dosen Fakultas Syariah  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta yang disampaikan Abdul Aziz dinilai tidak berdasarkan landasan-landasan konkret dalam bidang agama, sehingga menyebabkan kebebasan pemikiran berbahaya.

“Saya pernah ditanyakan kenapa di Indonesia begitu bebas melakukan pemikiran, tanpa landasan-landasan konkret dalam hal bidang agama khususnya. Dan ini terjadi di Indonesia, tepatnya IAIN Surakarta,” ungkap Anggota Komisi VIII DPR RI Musthafa Bakri saat Rapat Kerja dengan Menteri Agama di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9) kemarin.

Musthafa melihat, sudah sejak lama ada sejumlah pengajar di IAIN yang mengajar tidak sesuai dengan ketentuan agama yang berlaku. “Pemikiran-pemikiran yang tidak benar sudah banyak di sini, bahkan sejak saya masih di sana. Tentunya waktu itu saya sudah banyak melakukan protes-protes, walaupun waktu itu cuman enam bulan di sana,” ulasnya.

Untuk itu, politisi Partai Golongan Karya tersebut mengharapkan adanya sosialisasi yang jelas antara pihak terkait hingga Kementerian Agama, sehingga masalah-masalah tersebut dapat cepat terselesaikan. “Harus ada diskusi bersama-sama antar pihak terkait, hingga permasalahan ini jelas dan selesai dengan cepat,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui disertasi Abdul Aziz berjudul ‘Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital’ diujikan di UIN Sunan Kalijaga, DI Yogyakarta pada 28 Agustus lalu. Namun disertasinya tersebut ternyata menimbulkan kontroversi karena dianggap menghalalkan hubungan seksual di luar pernikahan. (DRA)

Anda mungkin juga berminat