Imam Nahrawi Diminta Ikuti Proses Hukum

260

JAKARTA (Garudanews.id) – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta agar Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrowi mengikuti semua proses hukum yang akan dilaluinya, terkait penetapan tersangka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPK) atas dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Tentu Komisi X menyesalkan ya. Semua punya kedudukan sama di mata hukum. Jadi, Komisi X mendorong semua mengikuti proses hukum,” ungkap Hetifah
melalui rilis Jumat (20/9).

Hetifah mengaku Komisi X DPR RI selalu mengingatkan Imam Nahrowi agar berhati-hati dala bertindak. Sebab, Kemenpora pernah mendapatkan penilaian Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau disclaimer dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

“Dalam setiap rapat kerja, Komisi X DPR RI meminta Kemenpora selalu berhati-hati, dalam melaksanakan kegiatan lainnya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan dalam hal akuntabilitas, kebenaran prosedur pengadaan barang atau jasa, kebenaran pencairan dana, pelaksanaan pembayaran dan kesesuaian kewajaran harga,” ucap politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Untuk diketahui, Imam Nahrawi ditetapkan KPK sebagai tersangka terkiat kasus dugaan suap dana hibah KONI dari Kemenpora. Selain Imam, KPK juga menetapkan asisten pribadinya, Miftahul Ulum. KPK menduga telah terjadi ksesepakatan antara Kemenpora dengan KONI sebelum proposal diajukan. Imam juga diduga telah menerima suap untuk kepentingan pribadi yang diterima melalui Miftahul Ulum selaku asisten pribadinya. (red)

Anda mungkin juga berminat