Inikah Wacana Pengganti One Way Di Puncak?

701

KABUPATEN BOGOR (Garudanews.id) – Jalan Raya Puncak adalah satu satunya jalan utama menuju Puncak dan Cianjur dari Jakarta. Stigma Macet sudah melekat di mata masyarakat dan wisatawan. Apakah kemacetan itu benar-benar tidak bisa di atasi?

Berbagai pertemuan membahas masalah kemacetan di Jalan Warisan Belanda ini telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Pemkab dan Polres Bogor, namun kemacetan juga tak kunjung ada solusi.

Kini Kementrian Perhubungan turun tangan mencoba mencari solusi kemacetan. Dua kali pertemuan dengan masyarakat dan pengusaha di Puncak telah dilakukan. Semula Kemenhub melalui BPTJI mencoba akan menerapkan Kebijakan Ganjil Genap di hari Sabtu dan Minggu. Sontak usulan tersebut ditolak oleh warga yang di wakili LSM, Tokoh Masyarakat dan Pengusaha yang tergabung dalam PHRI.

Warga mengatakan selama ini mereka sudah dipusingkan dengan Kebijakan One Way yang sudah berlangsung lebih dari 30 tahun. Jika kemudian akan diterapkan Kebijakan Ganjil Genap, maka dipandang akan semakin membatasi mobilitas warga dan wisatawan.

Warga berharap, Jalan Raya Puncak tidak di samakan dengan jalan – jalan di Kota Besar. Sebagai kawasan wisata, warga berharap ada pembangunan infrastruktur yang memadai dan moda transportasi umum yang baik. Sehingga membuat masyarakat , Pengusaha dan wisatawannya merasa aman dan nyaman dalam berkendara, berusaha dan berwisata. Bukan malah di batasi mobilitasnya.

Selain dianggap membatasi mobilitasnya, kebijakan Ganjil Genap juga dipandang akan mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke Puncak.

Pada pertemuan kedua di kantor BPTJI Jakarta, jajaran BPTJI akhirnya memilih dibentuknya satgas pengatur lalu lintas guna membantu pihak kepolisian dalam mengatur lalu lintas di saat hari libur dan hari biasa. Satgas tersebut dikenal dengan sebutan PKJR. Berasal dari masyarakat dan di biayai oleh patungan para pengusaha pariwisata.

Selain membentuk satuan tugas pengatur lalu lintas, kebijakan One Way akan di coba dengan sistem 2-1 atau 3-1. Jadi dihari sabtu dan Minggu tidak lagi di terapkan One Way, namun dibuat sistem 3 lajur kearah atas dan 1 lajur ke arah bawah. Itu dilakukan sebaliknya di sore hari.

Rencananya wacana ini akan diujicoba pada hari Minggu, 8 September besok. Lalu apakah cara ini akan efektif mengurangi kemacetan di Puncak, mari kita lihat besok.

Penulis : Sunyoto ( Masyarakat Adat Puncak )

Anda mungkin juga berminat