Papua Kembali Rusuh, Istana Imbau Semua Pihak Menahan Diri

323

JAKARTA (Garudanews.id) – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta agar kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, disikapi dengan cara-cara proporsional dan profesional.

“Jangan sampai penyelesaian itu membangun dengan emosi yang pada akhirnya aparat itu melakukan tindakan-tindakan yang uncontrol, itu yang tidak kita inginkan,” kata Moeldoko, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9) siang.

Moeldoko mengakui jika dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena terdapat korban, termasuk di pihak aparat keamanan, yaitu TNI dan Polri.

Namun Moeldoko menegaskan, tidak ada instruksi bagi aparat untuk melakukan tindakan represif dalam menangani kerusuhan di Wamena itu.

“Semuanya diminta untuk menahan diri, karena ini sangat berkaitan dengan apa yang terjadi di PBB. Jadi jangan kita memunculkan situasi yang tidak bagus. Jadi semuanya harus terkontrol dengan baik aparat keamanan, tidak ada langkah-langkah yang eksesif, tetapi juga keamanan menjadi kebutuhan bersama,” jelas Moeldoko.

Pemicunya Kabar Hoaks

Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dipicu adanya isu ada seorang guru yang melakukan rasis.

Padahal, menurutnya, itu tidak demikian. “Tapi begini ya, karena situasi ini, sekali lagi, situasi ini adalah situasi yang diprovokasi dalam rangka menciptakan situasi untuk konsums,” kata Moeldoko.

Moeldoko menegaskan kembali bahwa kita harus menyikapi ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai nanti kita juga ikut terbawa emosi, terpancing dan seterusnya.

“Kita sudah menyampaikan hal itu kepada aparat keamanan di wilayah,” tegasnya.

Kepala Staf Kepresidenan itu menduga adanya provokasi yang memicu terjadinya kerusuhan di Wamena. Harapannya, aparat dipancing untuk melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat sehingga nanti di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agenda itu bisa dimaasukan.

“Kita sudah tahu agendanya ke mana ya,” jelasnya. (Red)

Anda mungkin juga berminat