Janji Jokowi Saat Kampanye akan Perkuat KPK, Ternyata?

282

JAKARTA (Garudanews.id) – Janji Presiden Joko Widodo akan memperkuat lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat kampanye debat Capres bersama Jokowi-Ma’ruf, ternyata hanya pencitraan semata.

“Beberapa hari lagi rezim pemerintahan Jokowi-JK (Jusuf Kalla) sudah selesai, akan berganti dengan Jokowi-Ma’ruf Amin. Kalau kita berkaca baik itu dalam nawacita dan berbagai statement Presiden Jokowi selalu menyebutkan ingin memperkuat KPK dan pemberantasan korupsi dan ketika Jokowi-Ma’ruf Amin di panggung debat capres kemarin, di debat pertama yang berbicara soal pemberantasan korupsi. Narasinya juga serupa, menguatkan KPK, dan keberpihakan pemberantasan korupsi,” ujar peneliti Indonesia
Corruption Watch (ICW), Kurnia kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/9).

Menurut Kurnia, jika revisi UU KPK salah satu pon saja disahkan, maka janji itu sebenarnya sudah  diingkari.

Kurnia menyebut pelemahan KPK ini akan berimbas bagi ekonomi Indonesia. Ia menyebut akan adanya ketidakpastian hukum bagi para investor yang hendak menyalurkan dananya di Indonesia.

“Kalau kita berbicara soal rezim pemerintahan Jokowi yang memang mengfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur dan mengundang investor-investor ke Indonesia dan sudah barang tentu KPK dilemahkan dalam isu pemberantasan korupsi, akan ada ketidakpastian hukum di Indonesia yang akan mengakibatkan tidak ada investor lagi yang ingin meng-invest dananya untuk membantu pembangunan di Indonesia. Ini harus menjadi catatan penting dari sisi ekonominya,” ungkap Kurnia. (Dra)

Anda mungkin juga berminat