Kampus Tempat Jokowi Kuliah, Tolak Revisi UU KPK

264

YOGYAKARTA (Garudanews.id) – Publik menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Sebagai sosok yang dikenal dekat dengan rakyat, mantan alumni UGM ini diharapkan mampu membawa perubahan, salah satunya dalam pemberantasan korupsi.

Namun faktanya tidak demikian, di era Jokowi ini, sejarah mencatat bahwa soal Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang selama ini gaungkan oleh DPR RI akhirnya diterima oleh Pemerintahan mantan wali kota Solo itu.

Sikap Jokowi yang dinilai ingkar janji itu juga disuarakan oleh kampus, dimana Jokowi menimba ilmu.

Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof Koentjoro menilai revisi UU KPK akan mengebiri lembaga antirasuah itu. Para dosen, mahasiswa, hingga karyawan kampus itu berkumpul bersama kompak mengenakan pakaian berwarna hitam.

“Upaya sistematis pelemahan KPK dan gerakan antikorupsi yang agresif dan begitu brutal dalam beberapa pekan terakhir ini sungguh melecehkan moralitas bangsa kita,” kata Koentjoro saat membaca deklarasi UGM tolak pelemahan KPK di Balairung, Gedung Pusat UGM, Minggu (15/9).

Deklarasi itu meminta agar Pemerintah dan DPR menghentikan revisi UU KPK agar tidak melemahkan KPK. Pembahasan revisi UU KPK itu diharapkan dievaluasi.

“Dan kita juga menyadari situasi krisis dan mengakui bersama bahwa kita telah bergeser dari amanah reformasi dan amanah konstitusi. Padahal, bangsa Indonesia wajib kembali ke rel demokrasi, sesuai haluan reformasi dan amanah konstitusi,” ucapnya. (Red)

Anda mungkin juga berminat