KKB Pimpinan Abu Razak Cs Ingin Dirikan Kerajaan Islam Aceh Darussalam

370

ACEH (Garudanews.id) – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Abu Razak cs, ternyata ianya bertujuan mendirikan  Kerajaan Islam Aceh Darussalam. Abu Razak telah mengangkat diri sebagai Sultan Kerajaan Islam Aceh Darussalam (KIAD) dan Sasaran kelompok ini ialah memerangi kafir dan orang selain muslim.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, Jumat (20/9) pada konferensi Pers di Mapolres Bireuen.

Selama ini kata Kapolres kelompok KKB ini sering melakukan aksi penculikan, penyanderaan serta meminta tembusan. Cara mereka melakukan tidakan ini ialah dengan memancing target untuk masuk ke wilayah mereka

“Berdasarkan laporan dari masyarakat adanya aktivitas kelompok KKB. Kita lakukan penindakan. Dalam penindakan tersebut 3 orang dari 5 KKB ini meninggal dunia,”jelas Kapolres Bireuen didampingi Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah.

Sebelum nya tersebar informasi bahwa dalam inside tersebut menewaskan empat orang.

Adapun yang meninggal pimpinan KKB ialah Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al Kahar alias Abu Razak (AR), Toke Ham bernama lengkap  Hamdani alias Hamni dan Zulfikar alias Wan Ompong.

Sementara satu orang lagi atas nama Ridwan Burhan alias Wan Neraka warga Gampong Ie Rhob kritis saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. Yang  selamat dalam kontak tembak tersebut Muhammad Taufiq alias Taufiq dihadirikan pada konferensi pers tersebut

“Kelompok ini pernah muncul di vidio deklarasi 1 Muharram 2018. Deklarasi Kerajaan Islam Aceh Darussalam (KIAD),”sebut Kepolres Bireuen.

Sebelum penindakan dilakukan kata Kapolres, pada Senin (16/9) Tim Polres Bireuen bersama tim Satgas pemberantasan KKB Polda Aceh sudah menghimbau kepada kelompok Abu Razak untuk menyerahkan diri. Karena tak digubris

Kapolres juga menceritakan sebelum insiden kontak tembak terjadi beberapa hari sebelumnya ada enam orang dari kelompok KKB pimpinan Abu Razak cs menyerahkan diri dengan membawa satu unit senjata AK 56 beberapa amunisi.

“Ada yang menyerahkan diri ke Polsek Samalanga. Ada yang ke Mapolres,”ungkap Gugun yang tidak mau menyebutkan indentitas keenam pria tersebut.

Namun Kapolres mengakui keenam pria tersebut saat ini masih diamankan di Mapolres Bireuen.

“Kelompok ini banyak. Bukan hanya di Bireuen. Di Aceh Timur juga sedang di buru oleh Satgas KKB bentukan Polda Aceh,”kata Gugun sambil berharap kepada yang lain untuk segera menyerahkan diri.

Ditambahkan Kapolres jenazah ketiga kelompok KKB ini sudah diserahkan kepada Pihak keluarga.

“Ketiga jenazah KKB ini sudah kita serah terima kepada pihak keluarga,”demikian kata Kapolres.

Berikut barang bukti yang diamankan polisi. Tiga senjata jenis AK 56 plus 112 Amunisi Aktif, Tiga buah magazen, uang tunai sebanyak Rp.731.000 ribu, satu pucuk senjata laras pendek jenis revolver taurus Brazil plus sembilan amunisi Revolver.

Satu unit HP androi merek Xiomi serta dua buah hp nokia warna hitam, 2 baterai hp cadangan nokia, satu lembar sim c atas nama Ridwan Burhan serta sejumlah baju koko putih, peci putih, celana loreng. (Syahrul)

Anda mungkin juga berminat