Mundurnya Tiga Pimpinan KPK Dinilai Tidak Profesional dan Kurang Mendidik

232

SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia, menanggapi sikap ketiga Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Periode 2015 – 2019 yang menyerahkan mandat dan tanggung jawab kepada Presiden Joko Widodo. Sikap itu dinilai sebagai bentuk kekecewaan yang sangat disayangkan oleh banyak pihak.

Ketua Umum (LPKAN  R. Mohammad Ali menuturkan, tiga pimpinan KPK yakni, Agus Rahardjo bersama Saut Situmorang dan La Ode menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan Saut Situmorang telah mengumumkan pengunduran diri sebagai Pimpinan KPK kepada publik merupakan langkah yang kurang mendidik, dan memberikan stigma negatif bagi lembaga yang dipimpinnya dalam mengakhiri masa jabatan.

“Sangat disayangkan, ketiga Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mundur, padahal masih ada waktu 3 bulan ke depan. Sikap Pimpinan KPK yang menyatakan mundur, itu berarti secara otomatis membuat fungsi komisioner tidak berjalan sebagaimana mestinya, seharusnya KPK menahan diri agar bisa mengambil keputusan luar biasa sebagai penutup kinerja,” ujar Mohammad Ali, seperti dalam keterangan persnya, Minggu, (15/9).

Mohammad Ali menambahkan pro-kontra dalam negara demokrasi, itu adalah hal yang lumrah, sebagai bukti jika demokrasi berjalan sehat. Tak perlu kecewa atas revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

“Seharusnya duduk bareng KPK dan DPR RI untuk mencari solusi, jangan terkesan tidak profesional, dan kekanak- kanakan,” tandas Ali. (red)

 

,

Anda mungkin juga berminat