Pakar: La Nyalla Cocok Duduki Kursi Ketua DPD

268

JAKARTA (Garudanews.id) – Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis menyoroti peran DPD RI harus lebih luas. Menurutnya kepemimpinan DPD RI harus bisa mendorong anggota lebih berinovatif. Harus lebih aktif dan berperan dibanding DPD sebelumnya.

“DPD kalau mau terlihat harus lebih aktif berperan. Karena kalau begini-begini saja, selesai kita sama pimpinan Parpol. Mereka itu semua yang mengatur negara ini,” kata Margarito saat menjadi pembicara diskusi panel “Merajut Sinergi DPD RI dan Indonesia Sentris Jokowi” yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Senin (16/9) malam.

Lebih jauh Margarito menyarankan DPD RI harus bisa memilih Ketua yang inovatif. “Nah yang hidupnya terbiasa dengan inovasi dan trobosan adalah pengusaha. Jadi saya pikir La Nyalla dengan trak record suksesnya terbiasa dengan inovasi, cocok menduduki kursi ketua,” kata Margarito.

Lebih jauh Margarito mengatakan selain mempunyai trobosan dan inovatif, La Nyalla juga memiliki karakter kuat yang dibutuhkan seorang ketua. “Saya yakin di bawah La Nyalla DPD akan lebih kuat dan bisa bersinergi dengan Presiden. Lah sekarang saja sudah dekat,” kata Margarito.

Seperti diketahui, meski anggota DPD RI terpilih 2019-2024 belum dilantik, namun kursi panas Ketua DPD RI sudah mulai dilirik sejumlah anggota terpilih. Tak terkecuali oleh La Nyalla Mahmud Matalitti, anggota DPD RI terpilih asal Jawa Timur.

Tekad La Nyalla Mahmud Matalitti untuk menahkodai DPD RI memang tampak kuat. Ini terlihat dari pernyataannya saat menjadi pembicara diskusi panel “Merajut Sinergi DPD RI dan Indonesia Sentris Jokowi”.

Dalam sambutannya, La Nyalla yang tampil sebagai Keynote Speaker mengungkapkan tekadnya untuk mambawa warna dan pola baru bagi DPD RI.

Menurut La Nyalla dirinya telah berdiskusi dengan sejumlah pihak, termasuk eksekutif, Kantor Staff Kepresidenan (KSP), Parpol, kepala daerah dan lain-lain. Dari sederet diskusi yang dilakukannya, ia menangkap bahwa DPD ke depan harus lebih kuat bersinergi dengan visi presiden dalam percepatan kemajuan di daerah. Untuk bisa bersinergi ini DPD butuh kepemimpinan yang kuat.

“Saya berterima kasih kepada bapak Presiden yang telah berkomitmen untuk memperkuat peran dan posisi DPD RI dalam satu irama mempercepat pembangunan Indonesia secara menyeluruh dari Sabang sampai Merauke,” ujar La Nyalla.

Untuk bisa mengimplementasikan tekad bersama DPD dengan Presiden membangun Indonesia secara menyeluruh itu, La Nyalla mengungkapkan gagasannya yakni dengan memperbanyak ruang aksi positif bagi masing-masing anggota DPD.

“Untuk bisa memperbanyak ruang aksi positif, maka alangkah baiknya ada kelompok kerja, tim kerja hingga task force dan tim tanggap daerah,” kata La Nyalla.

“Ini semua bisa kita lakukan dengan membangun kemitraan dengan kementerian, badan atau lembaga terkait sampai kepala daerah,” sambung La Nyalla.

Di mata La Nyalla untuk bisa melaksanakan gagasan-gagasannya yang berharmoni dengan konsep pembangunan Indonesia sentris Jokowi dibutuhkan kepemimpinan DPD RI yang kuat dan kolektif kolegial.

“Saya ingin semua anggota DPD RI adalah pemimpin, karena sejatinya para anggota DPD RI adalah tokoh di daerah masing-masing, tidak ada siapa dipimpin siapa. Karena itu kita bawa DPD ini menjadi kuat dan bermartabat secara bersama,” kata La Nyalla. (Red)

Anda mungkin juga berminat