Puluhan Wartawan Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas Tuntut Tindakan Tegas Walikota

Tindak Tegas Ketua Karang Taruna Yang Lakukan Kekerasan Verbal Terhadap Jurnalis

546

BEKASI, (Garudanews.id) – Puluhan jurnalis yang meliput di wilayah kota Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa sebagai solidaritas terhadap rekannya yang mendapat intimidasi dari ketua Karang Taruna Bekasi Utara yang bernama Heri alias Cemong. Puluhan wartawan dari berbagai media mendatangi Pemerintah Kota Bekasi pada Rabu (11/09).

Mereka menggelar orasi di depan gerbang kantor Walikota Bekasi menuntut ketua Karang Taruna Bekasi Utara Heri alias Cemong untuk diberhentikan. Heri alias Cemong diketahui juga sebagai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkup pemerintah kota Bekasi.

“Kami mengutuk keras ancaman dan intimidasi verbal dan non verbal terhadap profesi jurnalis. Karena kerja jurnalis dilindungi undang-undang, dan kami meminta kepada semua pihak untuk menghormati dan menghargai profesi jurnalis,” tegasnya sambil menambahkan, “Kami meminta kepada Walikota Bekasi untuk mencopot ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara,” kata Koordinator aksi, Muhamad Alfi

Aksi tersebut sebagai buntut dari tindakan intimidasi secara verbal yang dilakukan oleh Ketua Karang Taruna Bekasi Utara terhadap seorang wartawan dari Radar Bekasi, Fairuz (Pay) pada beberap waktu yang lalu.

Pay mendapatkan intimidasi ketika ingin mengkonfirmasi perihal bangunan liar yang di tertibkan oleh pihak kelurahan Bekasi Utara milik Karang Taruna Bekasi Utara. Bukan mendapat konfirmasi, Pay malah dikelilingi para anggota karang taruna dan mendapatkan makian.

“Sesampainya di rumah Heri, sudah ada enam orang yang berada di rumah tersebut. Tiga orang duduk di depan, dua orang di samping, dan satu orang lagi duduk di belakangnya Pay,” jelas Alfi seperti yang dituturkan Pay.

Setelah melakukan orasi, para awak media tersebut kemudian diundang masuk ke kantor Walikota Bekasi. Namun, permintaan para awak media untuk dapat berjumpa dengan Walikota tidak terpenuhi karena agenda Walikota yang tidak ada ditempat. Wakil Walikota dan Sekda pun tidak ada, kemudian para wartawan ditawari berdialog dengan Kabag Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiah untuk berdialog di ruang Press Room.

Karena tidak ada titik temu dan keinginan para awak media untuk dapat berdialog dengan Walikota, kemudian mereka membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan kembali melakukan aksi yang sama di hari berikutnya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat