Selain Pengemudi Ojol Yang Tidak Tertib, Kawasan Stasiun Bekasi Padat Oleh PKL

496

BEKASI, (Garudanews.id) – Arus lalulintas di sepanjang jalan Juanda, Bekasi Timur terlihat sibuk setiap harinya. Tepat di depan stasiun Bekasi, aktifitas masyarakat pun padat dengan pejalan kaki yang keluar dan masuk ke dalam stasiun Bekasi. Tak jarang pada setiap harinya, jalan tersebut dipadati oleh kendaraan yang hilir mudik.

“Kita menghimbau kepada ojol, salah satu himbauan adalah kita membuat rekaman yang setiap dua menit, rekaman itu akan berbunyi isinya menghimbau untuk tidak parkir atau menurunkan penumpangnya di area itu. Kemudian kegiatan penling selalu woro-woro intinya untuk slalu hati-hati,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota AKBP. Ojo Ruslani kepada media, di depan kantor Pemkot pada Kamis (12/09).

Namun, hal tersebut juga diperparah dengan mangkalnya Ojol di pinggir jalan, depan stasiun Bekasi. Walaupun sudah disediakan selter atau titik jemput bagi para pengemudi ojol yang berada diarea parkir stasiun,namun para pengemudi ojol tetap membandel.

“Kita juga lakukan pemisahan lajur kiri dan kanan itu harapannya agar tidak semua sembarangan menyeberang, agar para penumpang tidak minta berhenti disitu jadi agak jauh dari pintu masuk gerbang stasiun,” ujarnya.

“Lalu membuat titik kumpul para pengemudi ojol, kita sudah koordinasi dengan dinas perhubungan kota Bekasi dan diberikan lokasi di parkiran Lay Bay, jadi mereka kumpul disana, harapannya setiap penumpang yang minta diantar, kumpulnya di situ bukan dipinggir jalan,” tambahnya.

Ojo juga berharap agar para pengemudi Ojol dapat mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Kedisiplinan berlalu lintas dan kesadaran dari para pengemudi juga sangat diharapkan.

“Peraturan apapun, sebaik apapun kalau pengemudi tidak disiplin makan percuma, nah himbauan saya kepada para ojol untuk selalu tertib dan mentaati peraturan yang sudah ada, bagaimana ia kewajiban menjaga keselamatan penumpangnya yang sudah menjadi tanggung jawabnya,” ujar Ojo

Ojo Ruslani kembali menegaskan bahwa petugas akan menindak tegas bagis pengemudi Ojek Online atau Taksi Online yang tidak mematuhi aturan yang ada.

“Apabila masih didapati kendaraan yang masih parkir sembarangan, maka akan kita ambil tindakan dengan tilang, karena himbauan sudah jalan, terakhir pengambil tindakan dengan penegakan hukum,” kata Ojo.

Kembali ditambahkan bahwa kesemrawutan yang terlihat setiap hari terjadi diperparah lagi dengan adanya para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di area trotoar jalan.

“Yang belum berhasil saya pindahkan ialah pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar dan kita tahu fungsi trotoar adalah untuk pejalan kaki, seharusnya kita fungsikan kembali trotoar untuk pejalan kaki,” pungkasnya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat