Tim DOB Kota Panton Labu Gelar Rapat Konsolidasi Ibu Kota Baru

289

ACEH UTARA (Garudanews.id) – Tim Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Panton Labu mengadakan  Rapat Konsolidasi Penyusunan Master Plan dan Peta wilayah Pembangunan Pusat Pemerintahan Kota Panton Labu  di Aula kecamatan Seunuddon  Rabu (11/09).

Rapat konsolidasi ini diikuti masyarakat  di lima kecamatan yaitu langkahan,Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya dan kecamatan Baktiya barat.

“Kegiatan ini digelar supaya kedepan pusat pemerintahan benar benar yang kita sajikan adalah betul-betul keinginan masyarakat. Selain itu, hasilnya tidak menyalahi aturan lingkungan dan pertumbuhan pusat ibu kota, kedepan betul-betul tumbuh,” kata Kepala Tim DOB, Hendra Nurdin kepada media ini usai Rapat Konsilidasi.

Saat Media garudanews.id menanyakan  aspek apa saja yang menjadi pertimbangan pembangunan Pusat Kota Panton Labu kedepan?

Dia menjelaskan, yang pertama letak betul-betul sentral, kedua secara potensi lahan sangat mendukung dan yang ketiga adalah kesepakatan bersama.

Dirinya juga menambahkan terkait bergabungnya beberapa kecamatan di Aceh Timur.

“Itu adalah respon dari pemerintah pusat agar DOB Kota Panton Labu letak di ujung  aceh utara dan dan aceh timur yang letaknya di ujung ada kecamatan madat,” tandas Hendra.

Hendra menambahkan,  pemekaran terbaik di Indonesia adalah penggabungan wilayah, agar wilayah di ujung kedua kabupaten lahir daerah otonom baru yang dari pelayanan ekonomi, publik itu lebih baik.

“Mudah-mudahan ke depan terkait dengan pemekaran ini berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” katanya.

Sementara itu Mustafa Umar,  direktur Utama PT Citra Rancang Global Banda Aceh yang juga koordinator TIM penyusunan master plan dan peta wilayah pusat pembangunan pemerintahan kota Panton

Labu menyampaikan, master plan yang dirancangnya dipersiapkan untuk ibu kota pemerintahan baru.

“Jadi ini  ibu kota pusat pemerintahan yang artinya itu di dalamnya ada kantor Bupati, DPR, Dinas yang merupakan pusat layanan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ibu kota baru ini akan dirancang dengan kota modern yang mengadopsi budaya lokal. Seperti gedung modern tapi gaya arsitekturnya lokal.

Dalam rapat konsolidasi tersebut dihadiri pakar yang mempunyai pengalaman di bidang nya masing-masing.Diantaranya, Prof. Mahiddin, Pakar Energi & Lingkungan, Kusairi, Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Pemerintahan kabupaten Aceh Utara dan juga Mustafa Umar, direktur Utama PT Citra Rancang Global Banda Aceh, serta unsur dari Muspika Seunuddon , dan juga para Geuchik, mukim dan tokoh masyarakat di lima kecamatan. (Syahrul)

 

Anda mungkin juga berminat