Tutup MTQ 21 Tingkat Kota Bekasi, Tri Adhianto Harap Akan Muncul Generasi Muda Cinta Alqur’an

516

BEKASI, (Garudanews.id) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXI tingkat Kota Bekasi resmi ditutup. Para peserta dari 12 kecamatan yang mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti lomba tersebut. Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Djahyono menutup kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari di Halaman kantor kelurahan Harapan Mulya, kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi pada Jumat (06/09).

“Harapan saya bahwa akan muncul generasi muda yang cinta dengan Alqur’an, salah satu sebuah keberhasilan ialah bagaimana Bekasi yang ihsan ini dapat diwujudkan dalam kehidupan beragama sehari-hari walaupun tatanannya yang lebih luas adalah bagaimana kita bisa berkehidupan berbangsa dan bernegara, kemudian seluruh umat di kota Bekasi dapat bahu membahu membangun kota Bekasi,” ujar Tri Adhianto.

Kecamatan Pondok Gede menjadi juara umum MTQ tingkat kota Bekasi tahun 2019. Para pemenang juga akan diberikan uang pembinaan dari Pemerintah Kota Bekasi, juga akan mendapatkan perhatian lebih lanjut.

“Setelah ini harus ada satu tese dan kita yakin karena ada proses perencanaan, proses rekrutmen, proses kompetisi yang terbuka, insya Allah akan memberikan hasil yang maksminal, tentu saja kita akan lakukan pembinaan dan kita optimalisasi,” pungkasnya

Dalam kesempatan tersebut, berbagai katagori  dilombakan dari tingkat usia anak hingga dewasa. Para Hafizd berlomba menunjukkan yang terbaik di depan para juri. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekda Kota Bekasi Reny Hendrawaty, Kementerian Agama serta aparatur pemerintahan kota Bekasi.

Sekda kota Bekasi Reny Hendrawaty memberikan piala kepada Sharila Mahdiyah Salah satu juara pertama katagori MHQ 30 juz Tilawah Putri dalam MTQ 21 tingkat kota Bekasi, (06/09).

Sharila Mahdiyah adalah salah satu juara 1 dalam katagori MHQ 30 juz Tilawah Putri  tingkat kota Bekasi 2019 dengan perolehan nilai 94. Sharila merupakan Santriwati Di Ponpes Alquran Nurhasanat Boarding School Karawang kelas XI, mewakili kecamatan Medan Satria. Dalam kesehariannya, ia adalah anak yang pendiam dan cerdas.

“Awalnya menghafal Alqur’an ditaegetkan satu halam dalam satu hari, tapi seiring berjalannya waktu, menjadi dua halaman dalam satu hari, alhamdulillah sekarang dapat menghafal tiga puluh juz,” tutur Sharila. (ADV)

Anda mungkin juga berminat